
Matius 17:14-20
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur dia, lalu keluarlah setan itu darinya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”
***
Inti bacaan Injil hari ini adalah iman. Seorang ayah mendatangi Yesus dan memohon kepada-Nya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.” Kedatangan dan permohonan kepada Yesus ini menunjukkan imannya yang kuat, dan itu dikontraskan dengan kelemahan atau kekurangan iman para murid Yesus. Kekuatan iman seorang ayah yang anaknya sakit ayan sangat kontras dengan kelemahan atau kurangnya iman para murid yang belum mampu bertindak sebagai perantara penyembuhan-Nya.
Ayah itu tampaknya sedikit kecewa dan putus asa dengan para murid Yesus ketika berkata, “Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Menanggapi kekecewaan itu, Yesus menegur para murid-Nya, “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?” Dia menyuruh sang ayah untuk membawa anak itu kepada-Nya, lalu menghardik setan yang membuat anak itu sakit ayan. Terjadilah kesembuhan saat itu juga.
Ketika Yesus sendirian dengan para murid-Nya, para murid lalu menanyakan alasan kegagalan mereka mengusir setan. Yesus menjawabnya dengan berkata bahwa mereka kurang percaya pada pertolongan Tuhan. Jika mereka memiliki iman sekecil biji sesawi, mereka akan mampu memindahkan gunung hanya dengan memerintahkannya. Jika mereka benar-benar percaya kepada Tuhan, mereka akan mampu mengusir setan, entah Yesus ada bersama mereka atau tidak.
Hari ini, kita diajak untuk bertanya kepada diri kita sendiri: Seberapa kuat iman kita kepada Allah Bapa, Yesus, dan Roh Kudus? Jika iman kita kuat, kita pun akan kuat. Jika iman kita lemah, kita akan menghadapi kesulitan besar dalam hidup. Karena itu, marilah kita memohon kepada Allah supaya membantu memperkuat iman kita kepada-Nya. Jika kita sungguh-sungguh beriman, kita akan menemukan kekuatan yang dibutuhkan untuk bertindak dalam nama Yesus.










