Perempuan, Saksi Kebangkitan Kristus

Jumat, 18 September 2026 – Hari Biasa Pekan XXIV

2

Lukas 8:1-3

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

***

Siapakah sebenarnya Maria Magdalena? Ada beragam pendapat tentang dia. Pendapat atau gambaran yang paling sering muncul adalah bahwa dia seorang perempuan pendosa, pelacur yang melakukan pertobatan radikal dan kemudian mengikuti Yesus. Penginjil Lukas dan Markus memberikan pernyataan yang agak lain dibandingkan Matius dan Yohanes: Maria Magdalena adalah perempuan yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat.

Nama Maria Magdalena hadir dalam perjalanan misi Yesus di dunia, hingga wafat dan kebangkitan-Nya. Meskipun tidak ditampilkan secara jelas, ia disebutkan sebagai salah satu dari perempuan yang mengikuti dan melayani Yesus dalam karya-karya-Nya di Galilea. Namanya sering disebutkan paling depan, seperti yang dituturkan oleh para penginjil (Mat. 27:56; Mrk. 15:40; Luk. 24:10). Penyebutan ini bisa mengindikasikan bahwa ia memiliki peran penting.

Maria Magdalena adalah perempuan yang hadir di mana-mana. Ia mengikuti Yesus di Galilea; ia juga ada saat penyaliban dan penguburan-Nya. Ia berada di kaki salib bersama dengan Maria, ibu Yesus, dan murid yang dikasihi-Nya (Yoh. 19:25). Ia bahkan pergi ke makam Yesus dan menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus menurut penginjil Yohanes dan Markus (Yoh. 20:11-18; Mrk. 16:9). Maria juga diutus Yesus yang telah bangkit untuk mewartakan kebangkitan-Nya kepada para rasul.

Konsistensi para penginjil mengenai siapa Maria Magdalena, di luar cap yang beredar sebagai perempuan pendosa dan pezina, seharusnya bisa membuat kita sadar betapa pentingnya peran Maria Magdalena dalam karya pelayanan Yesus, serta dalam meneruskan pewartaan-Nya setelah kebangkitan.

Maria Magdalena memiliki militansi luar biasa dalam karya misi Yesus. Ia tidak hanya berani dan antusias, tetapi juga setia dari awal hingga akhir, padahal pada zaman itu tidaklah mudah bagi seorang perempuan untuk bisa bergerak mengambil peran dan tampil sebagai saksi kunci peristiwa kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Perempuan cenderung masih diremehkan karena anggapan bahwa mereka lebih rendah dibandingkan laki-laki, apalagi dalam hal keagamaan. Namun, Yesus sendiri memberi kepercayaan dan memilih Maria Magdalena.

Potret diri Maria Magdalena yang sebenarnya adalah seorang murid Kristus yang beriman besar, taat, dan setia dalam mengikuti, melayani, dan mewartakan tentang Yesus. Ia merupakan murid yang dipilih dan diutus oleh Yesus. Ia merupakan murid yang telah menyaksikan kebangkitan Tuhan. Ia pernah merasa sedih, berduka, dan kehilangan, merasa ditinggalkan Yesus. Namun, ia tidak terlena dan segera bangkit dari kesedihan serta situasi tanpa harapan untuk menjadi pewarta harapan dan kabar sukacita.

Status sebagai perempuan tidak boleh disalahpahami. Mari kita berkaca dan belajar dari Maria Magdalena, bukan dari cap berdosa yang diberikan kepadanya, melainkan dari militansi, cinta, dan semangatnya dalam melayani Tuhan.