Menjadi Fasilitator Sabda Allah yang Andal

Training Fasilitator Alktab (TFA) II Regio Mam 12-13 September 2026

6

Makassar – Kerinduan umat beriman untuk semakin dekat dengan sabda Allah membutuhkan para fasilitator yang andal. Para fasilitator diharapkan mampu menjawab kerinduan umat, sekaligus menjadi rekan seperjalanan mereka dalam penziarahan iman. Kerinduan tersebut direalisasikan oleh tiga keuskupan, yaitu Keuskupan Agung Makassar, Keuskupan Amboina, dan Keuskupan Manado yang tergabung dalam Regio Makassar Amboina Manado (MAM).

Pada hari Sabtu, 12 September 2026, diadakan Misa Kudus Pembukaan Training Fasilitator Alkitab (TFA) II Regio MAM yang dipimpin oleh Uskup Agung Makassar Mgr. Fransiskus Nipa, didampingi oleh RP. Petrus Cristologus Dhogo SVD (Wakil Ketua LBI), RD. Aidan Putra Sidik (Penanggung Jawab Mari Baca Alkitab Keuskupan Agung Makassar/MBA KAMS), RD. Ayus Ratrigis (Komisi Evangelisasi KAMS), dan RD. John Luturmas (Delegatus Kitab Suci Keuskupan Amboina). Peserta berasal dari tiga keuskupan tersebut, berjumlah 122 orang, sudah termasuk panitia. Dari KAMS, utusan dari lima kevikepan (Makassar, Toraja, Luwu, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat) hadir semuanya.

Mgr. Frans Nipa mengapresiasi kegiatan TFA II ini. Sebelumnya pernah diadakan TFA I tahun 2023, juga di Kota Makassar. Dalam kata sambutannya, Bapak Uskup berpesan supaya gaung sabda Allah bisa sampai ke akar rumput. Dengan demikian, kecintaan membaca Kitab Suci, belajar bersama, merenungkan, serta menjadi pelaku firman Allah bisa direalisasikan di setiap kevikepan, paroki, wilayah, lingkungan, rukun, komunitas, dan unit-unit kategorial.

Kegiatan TFA II ini berjalan dengan baik dan lancar berkat totalitas dari panitia. Pak Aris Lolok selaku Ketua Panitia, dibantu oleh Ketua dan Wakil Ketua MBA KAMS Pak Yunus Phoandy dan Mas Artian Wijaya, mempersiapkan segala keperluan dengan sangat baik. Ada banyak pihak yang terlibat yang berasal dari anggota MBA KAMS, antara lain Ibu Erlina, Meilany Tanko Putra, Tutti Amelia, Herlina, Lisa, dan yang lainnya. Selama berhari-hari, mereka mempersiapkan dan mengatur kedatangan para peserta dari berbagai daerah dengan baik. Kerja sama dalam suasana kekeluargaan mewarnai kegiatan ini sejak dari persiapan awal.

Kegiatan TFA II berlangsung dua hari penuh, yaitu Sabtu-Minggu, 12-13 September 2026. Hari pertama diisi dengan kata pengantar dari RP. Petrus Cristologus Dhogo SVD, biasa disapa Romo Ito, mewakili Lembaga Biblika Indonesia (LBI). RD. Edy Oktafianus Kaniu selaku Ketua Komisi Evangelisasi KAMS menyambut dengan antusias kegiatan lanjutan TFA ini, sehingga para animator-animatris yang menjadi utusan dari keuskupan atau paroki sungguh menjadi fasilitator Alkitab ketika kembali ke tempat mereka masing-masing. RD. Edy Kaniu memberikan materi tentang bagaimana menjadi fasilitator yang andal. Sementara itu, Romo Aidan memberikan materi tentang pemahaman dasar Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan fokus pada keempat Injil. Romo Ayus memberikan materi tentang metode berkatekese melalui lima metode, yaitu Lectio Divina, shared Christian praxis, bercerita (biblical storytelling), bibliodrama, dan sharing Kitab Suci. Diharapkan dengan adanya pembekalan awal berupa landasan Kitab Suci dan metode-metode berkatekese itu, para peserta memiliki wawasan dan pemahaman yang utuh sebagai seorang fasilitator Alkitab.

Dalam sesi pertemuan berikutnya, para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok, kemudian diberikan perikop Kitab Suci, seperti kisah orang Samaria yang murah hati, perumpamaan tentang penabur, hal membayar pajak kepada kaisar, kisah Yesus dan perempuan yang berzina, dan sebagainya. Mereka mengolah perikop-perikop itu dalam kelompok dengan menggunakan berbagai metode yang telah diberikan dan mempresentasikannya. Para pemateri memberikan masukan dan tanggapan, termasuk dari peserta lain, untuk semakin memperkaya pemahaman akan metode-metode berkatekese dengan bertolak dari teks-teks Kitab Suci.

Pada hari kedua, Minggu, 13 September 2026, Romo Edy dan Romo Ayus memandu rencana tindak lanjut para peserta setelah kembali ke keuskupan, kevikepan, dan paroki masing-masing. Ada matriks Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diisi, diprogramkan, serta dipresentasikan. Setelah para peserta memiliki rencana program masing-masing, Romo Ito memberikan teknis bercerita (metode naratif) dalam pewartaan sabda Allah. Romo Aidan kemudian melanjutkan dengan pembahasan tentang spiritualitas fasilitator Alkitab.

Ibu Natalia Panggelo memberikan kesan setelah mengikuti Kegiatan TFA II ini, “Materi yang kami dapatkan sangat lengkap berupa pendasaran biblis dan berbagai metode berkatekese. Kami pun mengalami diskusi yang sangat hidup karena peserta berasal dari berbagai kevikepan, bahkan dari keuskupan yang berbeda. Diskusi pun terarah dengan baik karena ada panduan yang lengkap mulai dari cara mendalami teks Kitab Suci, refleksi, dan metode-metode berkatekese.” Dikatakannya pula dengan antusias, “Kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensi sebagai fasilitator Alkitab, baik yang senior maupun yang junior. Semoga kami semua bisa kembali ke tempat masing-masing sebagai fasilitator Alkitab yang andal.”

Peserta lain, Pak Michael Liling Somalinggi memberi komentar demikian, “Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat positif dan berharga bagi saya. Kegiatan ini membantu saya makin mengenal, memahami, dan mencintai sabda Tuhan. Saya tidak hanya membaca Kitab Suci, tetapi juga belajar menggali makna sabda Tuhan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.” Dengan penuh semangat, dia melanjutkan, “Semoga pengalaman yang saya peroleh ini dapat membantu saya menjadi pribadi yang makin beriman, rendah hati, dan mampu menjadi pewarta sabda Tuhan dalam keluarga, di sekolah, Gereja, dan masyarakat. Saya bersyukur atas kesempatan mengikuti kegiatan ini. Semoga apa yang telah dipelajari tidak berhenti setelah kegiatan ini berakhir, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Misa penutupan dipimpin oleh Romo Edy Kaniu, didampingi oleh Romo Aidan, Romo Ayus, dan Romo Ito. Semoga para peserta kembali ke tempat mereka masing-masing dengan penuh semangat dan sukacita, serta menjadi motor penggerak (fasilitator) kegiatan pewartaan sabda Allah. Tuhan yang telah memulai karya baik ini di antara kita, Dia pula yang akan melengkapinya dengan kasih karunia-Nya.***(RD. Aidan Putra Sidik, Imam Diosesan Keuskupan Agung Makassar, Penanggung Jawab MBA KAMS)