Guncangan Gempa Tidak Mengalahkan Semangat Kerasulan Kitab Suci di Keuskupan Labuan Bajo

Bulan Kitab Suci Nasional 2026 Keuskupan Labuan Bajo

10

Labuan Bajo – Bulan September bagi Gereja Katolik menjadi bulan untuk memberi perhatian yang khusus kepada sabda Allah. Lembaga Biblika Indonesia (LBI) mencanangkan tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2026 ini: Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius. Tema ini menjadikan Yesus sebagai kompas bagi kehidupan umat beriman sepanjang zaman. Keuskupan Labuan Bajo melalui Komisi Kitab Suci Keuskupan pun memaknai bulan September ini dengan mendalami tema BKSN 2026 dan memberikan literasi dasar Kitab Suci kepada semua fasilitator Kitab Suci yang ada di keuskupan. Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo menyasar komunitas basis dan satuan pendidikan. 

Rm. Fransiskus Nala Pr bersama peserta didik SMAS Santa Familia Wae Nakeng

Sejak Agustus 2026, Tim Komisi Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo sudah mulai melakukan sosialisasi tema BKSN 2026 dan memberikan literasi dasar kepada para pelajar tingkat menengah. Pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, tim memberikan literasi dasar Kitab Suci dan perkenalan tema BKSN 2026 kepada para pelajar di SMAS Santa Familia Wae Nakeng. Tim Komisi Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo terdiri atas Rm. Fransiskus K. Nala Pr selaku ahli Kitab Suci yang memberikan literasi dasar Kitab Suci (pengenalan Injil Matius), Rm. Godfridus S. Angkur Pr selaku Sekretaris Puspas Keuskupan Labuan Bajo yang menjelaskan pewartaan melalui media digital, dan Rm. Kristoforus Ramlino Pr selaku Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo yang menjelaskan tema BKSN 2026.

Rm. Daniel A. Ngabut Pr selaku Kepala SMAS Santa Familia Wae Nakeng menyambut kegiatan ini dengan baik. “Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan iman bagi remaja di tengah kemajuan dunia saat ini,” demikian menurut beliau. Bersamaan dengan itu pula, peserta didik pun memberikan antusiasme yang sangat tinggi terhadap kegiatan ini. Peserta didik membagikan pengalaman mereka dalam bermedia sosial, seperti menonton podcast yang berkaitan dengan Kitab Suci dan iman Katolik. Pada akhir kegiatan, peserta didik berkomitmen untuk menjadikan media sosial sebagai kesempatan untuk mewartakan kebaikan, seperti mengunggah pesan biblis di media sosial.

Sosialisasi BKSN 2026 sedikit terganggu akibat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores sejak 15 Agustus 2026, serta ribuan gempa susulan yang selalu datang menghantui bumi Flores. Bencana itu menyisakan aneka kerugian material dan psikologis bagi masyarakat Flores. Akibatnya, kerasulan Kitab Suci, khususnya pendalaman tema BKSN 2026 menjadi sedikit terganggu, karena umat berfokus pada penanganan bencana tersebut.

Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Kantor Agama Kabupaten Manggarai Barat (kiri) bersama dengan Kepala Kantor Agama Kabupaten Manggarai Barat (tengah) dan Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo (kanan)

Di tengah situasi yang selalu waspada ini, kerasulan Kitab Suci di keuskupan tetap berjalan dalam situasi yang serba terbatas. Pada hari Rabu, 2 September 2026, Komisi Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo dalam kerja sama dengan Kantor Agama Kabupaten Manggarai Barat melakukan pendalaman BKSN 2026 bersama para penyuluh agama Katolik Kabupaten Manggarai Barat dan pengawas guru agama Katolik Kabupaten Manggarai Barat. Kepala Kantor Agama Kabupaten Manggarai Barat, Bpk. Fransiskus Adi, S.Pd hadir dan membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sapaannya, Bpk. Frans Adi menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian dari kerja kolaboratif antara Gereja dan negara dalam melayani umat beriman.

Para penyuluh agama Katolik Kabupaten Manggarai Barat

Hadir pula Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Kantor Agama Kabupaten Manggarai Barat, Bpk. Bonaventura Irman, S.Fil. Beliau dalam sapaan penutupnya menjelaskan bahwa katekese BKSN ini pun menjadi bagian dari tugas para penyuluh agama. Dengan itu, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada pihak keuskupan yang telah membangun kerja sama seperti ini dalam pembinaan iman umat. Pada akhir kegiatan, peserta berkomitmen untuk menyukseskan sharing Kitab Suci pada tingkat Komunitas Basis Gerejawi (KBG) dan satuan pendidikan masing-masing.

Romo Ito Ramlino bersama peserta didik SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo

Dalam pekan yang sama, hari Sabtu, 5 September 2026, Komisi Kitab Suci membekali peserta didik SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo dengan literasi dasar Kitab Suci dan materi BKSN. Kegiatan ini memotivasi para calon imam tersebut untuk semakin akrab dengan sabda Allah dalam menapaki panggilannya. Seminaris memiliki kebiasaan sharing Kitab Suci mingguan, sehingga sharing Kitab Suci menjadi bagian dalam formasi diri para seminaris. 

Pastor Paroki (kanan) bersama dengan Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo (tengah) dan moderator (kiri)

Selang beberapa hari setelah itu, pada hari Kamis, 10 September 2026, pendalaman BKSN 2026 dilanjutkan pada tingkat Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Peserta dalam kegiatan ini adalah para fasilitator Kitab Suci Paroki Roh Kudus Labuan Bajo. Hadir juga Rm. Laurensius Sopang Pr selaku pastor paroki yang memberikan penguatan kepada para fasilitator Kitab Suci. “Yesus merupakan Guru yang Mahakuasa. Dia memberikan banyak berkat dan melakukan banyak mukjizat bagi hidup manusia,” kata beliau.

Ketua KBG dan Ketua Seksi Pewartaan Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Marombok

Setelah dari Paroki Katedral, pada hari Jumat, 11 September 2026, kegiatan pendalaman BKSN 2026 beralih ke Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Marombok. Kegiatan ini pun dihadiri oleh para ketua KBG dan seksi pewartaan masing-masing KBG. Dalam kegiatan itu, Rm. Antonius Sanor Pr selaku pastor paroki menegaskan tentang pentingnya memaknai BKSN sebagai bagian dari pendalaman iman kita.

Pada akhir dari semua kegiatan pedalaman BKSN ini, masing-masing paroki membangun komitmen untuk menyukseskan kegiatan sharing Kitab Suci di setiap KBG. Selain itu, Komisi Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo dalam setiap pendalaman BKSN dan kegiatan literasi dasar Kitab Suci selalu mengingatkan peserta akan betapa penting dan urgennya membaca Kitab Suci. “Kitab Suci merupakan surat cinta Allah bagi manusia yang perlu dibaca, direfleksikan, dan dihidupi dalam hidup harian,” tegas Rm. Ito Ramlino Pr.

Ada dua gerakan yang selalu diperkenalkan oleh Komisi Kitab Suci kepada peserta kegiatan, yaitu Gerakan 1 Keluarga 1 Alkitab dan Gerakan Doa Biblis. Adapun maksud doa biblis adalah doa yang diawali dengan membacakan teks Kitab Suci. “Jika ada pertemuan di KBG, stasi, paroki, satuan pendidikan, atau komunitas lainnya, doa pembuka kegiatan hendaknya diawali dengan membacakan teks Kitab Suci,” demikian ajakan Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Labuan Bajo. Dengan itu, diharapkan Kitab Suci akan makin dicintai dalam setiap komunitas.***