
Matius 7:7-12
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang darimu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
***
Bacaan Injil hari ini hendak mengajak kita untuk menyelami makna “meminta, mencari, dan mengetuk”. Ketiga kata ini mengekspresikan usaha keras yang dikerjakan untuk mendapatkan sesuatu. Semua orang, entah baik entah jahat, meminta, mencari, dan mengetuk demi tujuan yang ingin diraihnya. Orang bahkan rela melakukan apa pun demi anak yang dicintainya. Sebagai orang Katolik, kita juga mengusahakan yang sama, yaitu meminta, mencari, dan mengetuk, demi tujuan hidup beriman kita.
Saya teringat seorang ketua lingkungan di salah satu paroki di Ketapang. Dengan sungguh-sungguh, dia mendatangi banyak orang demi membantu biaya sekolah tiga orang anak yang ayah ibunya sudah tiada. Ketua lingkungan ini tidak kenal lelah mencari, meminta, dan mengetuk hati setiap orang agar ketiga anak itu bisa bersekolah di SD dan SMA. Hasilnya, dia berhasil mengumpulkan dana dari orang-orang yang rela membantu, orang-orang yang terketuk hatinya. Hal ini menjadikan dia merasakan kebahagiaan yang sangat besar.
Dalam hidup beriman, kita juga butuh usaha keras untuk meminta, mencari, dan mengetuk dengan datang kepada Tuhan. Terkadang, kita lalai dan terlena karena merasa udah dibaptis, seakan-akan iman kita akan tumbuh dengan sendirinya. Iman kita akan bertumbuh dan berbuah seiring pencarian kita dalam usaha meminta, mencari, dan mengetuk!
Masa Prapaskah ini adalah momentum yang tepat bagi kita untuk kembali meminta, mencari, dan mengetuk kedalaman iman kita. Marilah kita meng-upgrade iman kita dalam retret agung selama Masa Prapaskah ini. Pertanyaan untuk kita refleksikan: Apakah kita sungguh sudah meminta, mencari, dan mengetuk hati kita untuk bisa berjumpa dengan Tuhan lebih dalam? Maukah kita mencari, meminta, dan mengetuk di hadirat Tuhan untuk kembali ke dalam pangkuan-Nya?










