Dari Kubur Menuju Harapan Baru

Sabtu, 4 April 2026 – Vigili Paskah

90

Matius 28:1-10

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

***

Pada pagi hari setelah hari Sabat, sesudah kematian dan penguburan Yesus, dua perempuan, yakni Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, datang ke kubur untuk melihat tempat di mana Yesus dibaringkan. Dalam budaya Yahudi, kunjungan ke makam merupakan tanda penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Kubur pada masa itu berupa gua yang ditutup dengan batu besar.

Tiba-tiba saja terjadi gempa bumi, dan sesosok malaikat tampak menggulingkan batu penutup kubur. Sementara para penjaga ketakutan, malaikat itu menyampaikan kabar yang mengejutkan kepada kedua perempuan tersebut: Yesus yang disalibkan itu tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit. Di kalangan masyarakat Yahudi kuno, kesaksian perempuan sering kurang dipercaya karena tidak dianggap sah dalam pengadilan. Namun, justru perempuanlah yang pertama menerima dan membawa kabar kebangkitan Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa karya Allah sering melampaui cara berpikir dan struktur sosial manusia.

Kebangkitan Yesus merupakan pusat iman kita. Tanpa kebangkitan, salib hanya menjadi kisah kematian tragis seorang guru dari Nazaret. Namun, dengan kebangkitan, salib menjadi tanda kemenangan Allah atas dosa dan kematian.

Ada beberapa makna penting kebangkitan Yesus bagi iman kita. Pertama, kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa Allah setia pada janji-Nya. Yesus sebelumnya telah mengatakan bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga. Kini janji itu digenapi. Kedua, kebangkitan mengubah ketakutan menjadi sukacita. Para perempuan yang datang ke kubur awalnya dipenuhi kesedihan dan ketakutan, tetapi mereka pulang dengan sukacita yang besar. Ini menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Kristus yang bangkit selalu membawa harapan baru. Ketiga, Yesus yang bangkit memberi misi kepada para murid. Ia menyuruh para perempuan itu pergi dan memberitahukan kepada para murid bahwa Ia telah bangkit dan akan mendahului mereka ke Galilea. Kebangkitan tidak hanya sebuah peristiwa yang dirayakan, tetapi juga kabar yang harus dibagikan.

Kebangkitan Yesus mengingatkan kita bahwa kegelapan tidak pernah menjadi kata terakhir dalam hidup manusia. Dalam situasi sulit, kegagalan, kehilangan, atau penderitaan, Allah tetap menghadirkan kehidupan baru. Seperti para perempuan itu, kita dipanggil untuk menjadi saksi akan pengharapan. Dunia kita dipenuhi berita tentang peperangan, kekerasan, bencana alam, ketidakadilan, dan keputusasaan. Di tengah situasi seperti itu, kita dipanggil untuk membawa kabar kehidupan dan harapan. Iman akan kebangkitan Yesus mengajak kita untuk hidup dengan keberanian, sukacita, dan keyakinan bahwa kasih Allah lebih kuat daripada kematian. Kebangkitan Yesus juga mengingatkan kita bahwa bersama Kristus, setiap kegelapan akan berubah menjadi terang, dan setiap akhir akan menjadi awal kehidupan baru.