
Markus 11:27-33
Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” Jawab Yesus kepada mereka: “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Baptisan Yohanes itu, dari surga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari surga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
***
Setelah Yesus mengusir para pedagang yang ada di halaman Bait Allah, datanglah para imam kepala, ahli Taurat, dan kaum tua-tua yang menanyakan, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?” Hal ini mereka lakukan karena mereka tidak mau mengakui otoritas Yesus, walaupun Ia telah menunjukkan kepada mereka tanda-tanda yang berasal dari Allah.
Sama dengan kita, terkadang kita tidak dapat melihat dan memahami tanda dan kuasa Allah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin itu karena kita menunggu hal-hal yang luar biasa, yang dahsyat, atau yang di luar akal sehat, padahal dalam hal yang sederhana dan biasa pun ada kuasa Allah di situ.
Setiap hari, kita bangun di pagi hari, melakukan aktivitas rutin, lalu beristirahat di malam hari. Rutinitas ini lama-kelamaan akan terasa melelahkan dan tidak berwarna bila kita tidak berusaha untuk memahaminya. Sadarilah bahwa dalam keseharian, kita akan bertemu dengan banyak hal yang mungkin tanpa disadari merupakan perwujudan kuasa Allah.
Ketika mengikuti Mlampah Ziarah, saya pernah hampir jatuh pingsan dan mengalami dehidrasi. Hal ini terjadi karena saya tidak menyadari tanda-tanda yang diberikan tubuh, tetapi malah mengabaikannya. Melalui kejadian itu, saya kemudian menjadi semakin mawas diri. Saya menjadi sadar bahwa kasih dan kuasa Allah selalu ada setiap saat untuk menemani kita dalam menjalani kehidupan ini.
Kuasa Allah menjadi penguat, pendorong, dan perlindungan bagi seseorang untuk menjalani hidup yang sering kali menantang. Percayalah selalu bahwa kuasa Allah selalu bekerja, walaupun tidak terlihat dan tidak disadari. Allah akan selalu memberikan pertolongan dan perlindungan karena kasih setia-Nya kepada kita tidak terhingga.










