Menjadi Keluarga Yesus

Selasa, 21 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XVI

37

Matius 12:46-50

Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

***

Ketika dikabarkan bahwa keluarga-Nya datang, Yesus malah menunjuk para murid sebagai keluarga-Nya. Yesus tidak bermaksud menghina keluarga asal-Nya, tetapi dengan melakukan itu Ia memperluas makna keluarga. Bagi Yesus, keluarga bukan lagi tentang ikatan darah, melainkan ikatan rohani. Oleh sebab itu, Yesus bersabda, “Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Saudara-saudari terkasih, sebagai murid-murid Yesus, kita sudah menjadi bagian dari keluarga rohani-Nya. Sabda Yesus tadi menyadarkan kita kembali untuk berkomitmen melaksanakan kehendak Bapa dalam hidup kita sehari-hari. Kita perlu belajar untuk mengasihi, melayani dengan rendah hati, dan berani untuk berkorban. Kadang kala kita merasa dekat dengan Tuhan karena kita rajin berdoa, mengikuti misa, dan menghadiri kegiatan-kegiatan rohani. Semuanya itu memang penting, tetapi tidak cukup bagi Yesus. Ia meminta agar setiap anggota keluarga-Nya mengamalkan iman mereka dalam tindakan nyata.

Karena itu, marilah kita bertanya pada diri kita sendiri: Apakah kita sudah menjadi saudara Yesus dalam hidup kita sehari-hari? Apakah kita sudah mengasihi sesama dengan tulus? Apakah kita mau melayani dengan sepenuh hati? Apakah kita berani untuk berkorban? Dengan berefleksi, kita semakin sadar bahwa menjadi keluarga Yesus membutuhkan komitmen dan konsistensi.