Mukjizat Yesus Bukan untuk Promosi Diri

Jumat, 16 Maret 2018 – Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

386

Yohanes 7:1-2, 10, 25-30

Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”

Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

***

Saudara-saudara Yesus meminta Yesus untuk pergi dari Galilea ke Yerusalem. Mereka meminta-Nya ke Yerusalem bukan untuk merayakan pesta ziarah Pondok Daun, melainkan untuk memperlihatkan perbuatan-perbuataan yang dilakukan-Nya. Yesus memang telah melakukan tanda-tanda di Kana (Yoh. 2:1-11; 4:46-54) dan di Danau Tiberias (Yoh. 6:1-13; 16-21).

Tujuan dari permintaan mereka adalah agar para murid terus percaya kepada-Nya, dan agar lebih banyak orang lain lagi yang akan menjadi murid-Nya. Mereka percaya bahwa Yesus dapat membuat tanda-tanda, namun mereka tidak percaya kepada-Nya (bdk. Mrk. 3:21; 6:4). Relasi keluarga dengan Yesus tidak menjadi jaminan bagi mereka untuk percaya pada-Nya (bdk. Mzm. 69:8).

Saudara-saudara Yesus mendukung Dia untuk mempromosikan diri karena mereka melihat ada keuntungan bagi diri mereka jika Yesus membuat tanda-tanda. Itu berarti bahwa mereka salah mengerti tujuan dari mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus. Mukjizat-mukjizat Yesus mereka pahami sebagai suatu bentuk promosi diri kepada dunia agar mendapatkan lebih banyak pengikut. Hal ini berbeda dengan misi Yesus. Dia datang ke dunia bukan untuk mempromosikan diri, tetapi untuk membuat Allah dikenal.

Namun, Yesus akhirnya berangkat juga ke Yerusalem secara diam-diam karena Bapa kemudian mengizinkan-Nya pergi ke sana. Dia pergi secara diam-diam dan lebih kemudian karena jika pergi secara terang-terangan dan datang lebih awal sesuai permintaan saudara-saudara-Nya, para pemuka agama Yahudi memiliki lebih banyak kesempatan untuk menangkap-Nya. Para pemuka agama Yahudi tampaknya memiliki rencana jahat ketika mencari-Nya. Dengan pergi secara diam-diam sesuai dengan kehendak Bapa-Nya, Yesus tidak menuruti keinginan saudara-saudara-Nya untuk memperlihatkan perbuatan-perbuatan mukjizat-Nya kepada dunia secara publik, tetapi menuruti rancangan Bapa-Nya.