Nikodemus Membela Yesus

Sabtu, 17 Maret 2018 – Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

778

Yohanes 7:40-53

Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.

Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!” Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Jawab mereka: “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.”

Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.

***

Seruan dan pewartaan Yesus menimbulkan pertentangan di antara orang-orang Yahudi. Ada yang mengatakan bahwa Dia benar-benar nabi yang akan datang. Yang lain mengatakan bahwa Dia adalah Mesias. Yang lain lagi meragukan Dia sebagai Mesias karena Ia berasal dari Galilea. Jadi, ada sekelompok orang Yahudi yang menolak-Nya, tetapi ada sebagian lain lagi yang menerima-Nya. Mereka yang menolak ingin menangkap-Nya. Namun, tidak ada seorang pun yang menyentuh-Nya karena tindakan mereka bertentangan dengan kehendak Bapa.

Reaksi orang yang menolak dan ingin menangkap Yesus bertentangan dengan reaksi para penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang Farisi untuk menangkap-Nya. Para penjaga itu kembali tanpa membawa Yesus karena mereka begitu terkesan oleh ajaran-Nya. Ketika ditanya mengapa mereka tidak menangkap Yesus, mereka menjawab, “Belum pernah seorang pun berkata seperti orang itu!”

Jawaban para penjaga membuat imam-imam kepala dan orang Farisi menjadi semakin gusar. Imam-imam kepala lalu bertanya apakah para penjaga itu telah disesatkan. Pertanyaan ini mengindikasikan bahwa mereka menganggap Yesus sebagai seorang penyesat. Mereka juga mengatakan bahwa tidak ada seorang pun dari antara para penguasa dan orang Farisi yang percaya kepada-Nya. Mereka mengutuk orang banyak yang membiarkan diri disesatkan oleh ajaran Yesus. Dalam situasi seperti inilah Nikodemus tampil membela Yesus.

Nikodemus adalah seorang Farisi, salah satu dari para pemimpin Yahudi. Ia telah datang kepada Yesus pada suatu malam dan berbincang-bincang dengan-Nya. Nikodemus mengajukan keberatan atas tuduhan koleganya terhadap Yesus sebagai penyesat. Mereka tidak mendengarkan pembelaan diri-Nya terlebih dahulu dan tidak mengetahui apa yang telah dilakukan-Nya. “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dilakukan-Nya?”

Melalui keberatan itu, Nikodemus ingin agar apa yang ditulis dalam Taurat harus mereka sendiri laksanakan. Ditulis dengan jelas di situ bahwa orang tidak boleh dinyatakan bersalah sebelum diberi kesempatan membela diri (bdk Ul. 1:16-17; 17:2-5; 19:15-19). Nikodemus sendiri telah melaksanakan ketentuan hukum ini ketika ia pergi kepada Yesus untuk mendengarkan-Nya. Kini ia meminta koleganya untuk melakukan hal serupa supaya mereka tidak melanggar hukum Taurat dengan menghakimi-Nya sebagai penyesat.

Keberatan Nikodemus ditanggapi oleh koleganya dengan emosi. Mereka tidak mau mendengarkan nasihatnya. Mereka juga menghina Nikodemus sebagai orang Galilea karena hanya orang Galilea yang akan mendengar Yesus. Dengan demikian, imam-imam kepala dan orang Farisi tidak melaksanakan apa yang dituntut sendiri oleh hukum Taurat.