Ibu dan Saudara-saudara Yesus

Selasa, 21 Juli 2020 – Hari Biasa Pekan XVI

462

Matius 12:46-50

Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

***

Kisah Yesus dicari oleh ibu dan saudara-saudara-Nya ini tampaknya diadopsi dari Mrk. 3:31-35, sambil dimodifikasi oleh Matius. Dikisahkan bahwa ibu dan saudara-saudara Yesus berdiri di luar. Mereka berusaha menemui Yesus yang sedang berbicara dengan orang banyak di sinagoga. Seseorang menyampaikan keberadaan mereka kepada Yesus, tetapi Ia tidak keluar. Sebaliknya, Yesus menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan bahwa para murid adalah keluarga baru-Nya. Untuk tujuan inilah sebuah pertanyaan retoris dilontarkan oleh-Nya, “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?”

Pertanyaan itu sama sekali tidak mengurangi rasa hormat Yesus terhadap ibu dan saudara-saudara biologis-Nya. Yesus hanya ingin mendefinisikan kembali keanggotaan dalam keluarga-Nya, yang diperluas sehingga melampaui hubungan darah. Siapa pun yang melaksanakan kehendak Bapa yang diwartakan Yesus dipandang sebagai keluarga-Nya. Mereka menikmati hubungan dengan Allah layaknya hubungan keluarga. 

Ajaran Matius di sini sama seperti Markus. Namun, nada dalam Injil Matius lebih lembut. Tidak ada kontras antara ibu dan saudara-saudara Yesus yang berada di luar dengan para murid yang berada di dalam. Matius juga tidak mengatakan bahwa saudara-saudara Yesus menganggap Ia tidak waras lagi, mungkin karena mereka mengetahui bahwa Ia dikandung dari Roh Kudus dan bahwa Ia memiliki misi untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka.

Melalui bacaan Injil hari ini, kita mendengarkan Yesus yang menekankan keluarga baru-Nya, yang tidak lagi terbatas pada ikatan darah. Satu-satunya syarat keanggotaan adalah menaati serta melaksanakan kehendak Allah yang telah diajarkan dan dilakukan oleh-Nya. Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing: Apakah kita sudah termasuk dalam anggota keluarga baru Yesus?