
Yohanes 16:12-15
“Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari-Ku.”
***
Ketika ditugaskan menjadi guru, setiap kali akan mengajar di kelas, saya terlebih dahulu membaca ulang persiapan saya, mempelajari kembali materi yang akan saya ajarkan, hingga sungguh-sungguh memahaminya. Dengan pemahaman yang lengkap, saya berharap dapat menjelaskannya dengan baik kepada para murid. Pemahaman menjadi hal yang sangat penting sebelum kita menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Banyak kekacauan terjadi ketika sebuah informasi disampaikan tanpa pemahaman yang utuh.
Hari ini, Yesus menyampaikan amanat perpisahan-Nya kepada para murid. Ia mengatakan bahwa sebenarnya masih banyak hal yang akan disampaikan, tetapi mereka belum dapat menanggungnya. Yesus lalu menjanjikan Roh Kebenaran yang akan memampukan dan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran.
Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan dalam memahami dan menyampaikan kebenaran. Dengan kekuatan sendiri, kita tidak akan mampu menjadi saksi kebenaran yang sejati. Roh kuduslah yang akan memampukan kita. Tanpa Roh Kudus, kita akan mudah terjebak dalam kebenaran versi kita sendiri, kebenaran yang dibentuk oleh ego, kepentingan, dan keinginan untuk diakui. Tanpa pendampingan Roh Kudus, kita akan cenderung jatuh pada pewartaan diri, meski kita membungkusnya dengan aktivitas pewartaan sabda Allah. Betapa sering kita beraktivitas di media sosial dengan judul seolah-olah mewartakan Tuhan, tetapi yang kita nanti-nantikan adalah peningkatan jumlah like dan subscribe!
Roh Kudus akan membuka hati dan pikiran kita, sehingga kita dapat memahami kehendak Allah. Ia menuntun kita bukan hanya untuk mengetahui kebenaran saja, melainkan juga untuk hidup dalam kebenaran itu. Lebih dari itu, Roh Kudus memurnikan motivasi kita, agar kesaksian kita bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk memuliakan Tuhan. Sering kali kita tergoda untuk bersaksi demi menunjukkan bahwa kita lebih baik, lebih tahu, atau lebih benar daripada orang lain. Kita ingin dihargai, dipuji, dan diakui sebagai orang yang dekat dengan Tuhan. Namun, kesaksian seperti itu justru menjauhkan kita dari kebenaran sejati. Kebenaran sejati selalu mengarah pada kemuliaan Allah, bukan kemuliaan diri.
Menjadi saksi kebenaran berarti membiarkan Roh Kudus bekerja. Itu berarti kita harus rendah hati, mau mendengarkan, dan membuka diri terhadap bimbingan-Nya. Mari kita bertanya dalam hati: Apakah kesaksian hidup kita sungguh memuliakan Tuhan? Ataukah yang dimuliakan justru diri kita sendiri? Sudahkah kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk memimpin hidup kita?
Tanpa Roh Kebenaran, kita seperti seorang guru yang mengajarkan materi tanpa dirinya sendiri memahaminya secara utuh. Bersama Roh Kudus, kita dimampukan untuk menjadi saksi kebenaran yang sejati, kebenaran yang membawa terang, kasih, dan kemuliaan bagi Tuhan. Mari memohonkan kepada Tuhan, agar kita senantiasa diberi keterbukaan untuk menerima Roh Kudus, sehingga kita tetap berada dalam kebenaran, yakni mewartakan Kristus, sang kebenaran sejati.










