Kebencian Dunia

Sabtu, 9 Mei 2026 – Hari Biasa Pekan V Paskah

4

Yohanes 15:18-21

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”

***

Kemajuan zaman, termasuk dalam hal etika dan moralitas, ternyata tidak mencegah terjadinya konflik dan ketegangan di antara manusia. Dapat kita saksikan sekarang perang terjadi di berbagai tempat dengan dampak yang sangat mengerikan. Roket beterbangan menghancurkan banyak rumah dan orang-orang yang ada di dalamnya. Senjata menyalak mencabut nyawa prajurit lawan, tetapi juga rakyat kebanyakan. Bukan hanya pihak yang berperang, negara-negara lain yang tidak terlibat pun harus menanggung dampak negatif yang muncul, antara lain di bidang politik dan ekonomi yang turut bergejolak.

Tampaknya ada yang salah dengan masyarakat kita sekarang ini. Kebencian begitu mudah muncul, begitu mudah pula meledak ketika ada pemicunya. Kasih terhadap sesama, kesabaran, akal sehat, dan hati nurani entah dibuang di mana. Sebaliknya, yang lebih mengemuka justru pelampiasan emosi dan tekad untuk menghancurkan pihak lain. Dunia begitu dikuasai oleh kebencian!

Tidak mengherankan bahwa Yesus pun dibenci oleh dunia, mengingat Ia mengajarkan nilai-nilai yang sering kali tidak sejalan dengannya. Karena itu, Yesus dalam bacaan Injil hari ini memperingatkan para murid-Nya untuk bersiap menghadapi situasi yang sulit. Setelah kepergian-Nya, kebencian dunia akan terarah kepada mereka.

Namun, para murid tidak perlu merasa takut. Hadapi kebencian itu dengan hati yang teguh. Bagi mereka, Yesus menjanjikan datangnya penolong, yakni Roh Kebenaran. Selain itu, jangan lupa, kebencian jangan dibalas dengan kebencian. Itu hanya akan memperburuk suasana dan menggiring dunia semakin dekat menuju kehancuran. Seperti api padam ketika disiram air, kebencian haruslah kita taklukkan dengan kasih.

Di tengah peperangan yang tak kunjung usai di berbagai belahan dunia, di tengah ujaran kebencian dan sikap memihak yang muncul di media sosial, semoga kita tidak terpengaruh untuk ikut-ikutan menjadi agen-agen kebencian. Murid-murid Yesus adalah agen-agen kasih, para pembawa damai. Jangan ada caci maki keluar dari mulut kita, atau kalimat-kalimat jahat terketik oleh jempol kita. Tidak ada perang yang boleh kita dukung, sehingga kita hendaknya berada di pihak yang berusaha menghentikannya.

Kita tidak dididik untuk membenci, tetapi untuk mengasihi. Kita tidak dididik untuk membunuh, tetapi untuk menghidupkan. Kita tidak dididik untuk menghancurkan, tetapi untuk menumbuhkan dan mengembangkan.