Tinggal di Dalam Yesus

Rabu, 6 Mei 2026 – Hari Biasa Pekan V Paskah

4

Yohanes 15:1-8

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

***

Kiasan tentang “pokok anggur yang benar” disampaikan Yesus kepada para murid-Nya dalam konteks wejangan perpisahan. Tidak lama lagi Ia akan pergi. Demi keutuhan murid-murid-Nya, Yesus menjanjikan hadirnya Penolong, yakni Roh Kudus. Namun, para murid juga harus melakukan sesuatu untuk menolong diri mereka sendiri. Mereka mesti saling mengasihi dan saling menjaga satu sama lain. Masing-masing juga harus menjaga dirinya sendiri.

Bagaimana cara menjaga diri sendiri? Pertama, jadilah ranting anggur yang berbuah. Ranting yang demikian akan selalu dijaga dan dibersihkan Bapa supaya semakin berbuah banyak. Kedua, tinggallah selalu di dalam Yesus, pokok anggur yang benar. Para murid selama ini telah didampingi Yesus dan diajar oleh-Nya. Ketika Sang Guru pergi, apa yang mereka peroleh hendaknya tetap dipertahankan. Mereka harus memelihara, melaksanakan, dan mewartakannya.

Itulah rahasianya mengapa para murid tetap bertahan, bahkan kemudian berkembang pesat, meskipun Yesus diambil secara paksa dari antara mereka. Ini terjadi tidak lain karena murid-murid mengimani bahwa Yesus tetap hadir di tengah-tengah mereka, serta bahwa Bapa senantiasa menjaga dan memelihara mereka. Hal-hal besar lahir dari iman yang sederhana ini.

Pernahkah kita merasa lelah menjalani kehidupan ini? Berbagai persoalan menimpa kita bertubi-tubi, sehingga membuat kita seakan tidak sanggup lagi untuk terus berjalan. Tinggallah di dalam Yesus, dan percayakan segala masalah kita kepada-Nya. Lihatlah ke dalam hati kita. Yesus ada di sana; Dia selalu menyertai kita.