Doa dan Perbuatan

Sabtu, 2 Mei 2026 – Peringatan Wajib Santo Atanasius

6

Yohanes 14:7-14

“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

***

Ketegangan dunia karena perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel mendorong Paus Leo XIV sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik untuk bersuara menyampaikan pesan damai kepada mereka yang bertikai. Salah satu pernyataan Paus yang tegas dan jelas adalah bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa orang-orang yang berperang dan menolaknya. Paus dengan berani menyuarakan perdamaian di Timur Tengah, dan meminta agar pihak-pihak yang bertikai segera menghentikan perang.

Doa meminta kemenangan dalam peperangan tentunya tidak akan didengarkan Allah karena bertentangan dengan ajaran kasih yang berasal dari-Nya. Kita juga sering mendengar orang-orang yang karena dendam berdoa agar musuh-musuh mereka mengalami penderitaan. Doa yang demikian tentunya juga tidak membuat Allah berkenan.

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus menjelaskan relasi-Nya dengan Bapa, bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Konteksnya, Yesus menanggapi permintaan Filipus untuk menunjukkan Bapa. Ia menegaskan bahwa barangsiapa telah melihat-Nya, orang itu telah melihat Bapa. Yesus kemudian berkata bahwa pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya semuanya berasal dari Bapa. Yesus mau juga bahwa para murid yang kelak akan menjadi “sakramen Kristus” atau “Kristus yang lain” juga mengerjakan pekerjaan yang berasal dari Bapa, bahkan yang lebih besar.

Di bagian akhir, Yesus menegaskan bahwa orang yang berdoa meminta kepada Bapa dalam nama-Nya, permintaannya akan terkabul. Orang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa, doanya akan dikabulkan oleh Yesus. Doa yang disertai perbuatan-perbuatan Allah adalah doa yang benar. Doa orang yang tidak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Allah tidak akan didengarkan.

Ora et labora adalah slogan dalam bahasa Latin yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin apa yang disampaikan Yesus hari ini dapat dibahasakan sebagai berikut: Doakanlah apa yang kamu kerjakan, dan kerjakanlah apa yang kamu doakan. Doa yang benar harus sejalan dengan perbuatan-perbuatan dan mengandaikan iman yang nyata. Orang yang berdoa memohon perang atau meminta agar orang lain dikutuk tidak akan didengarkan karena tidak sejalan dengan kasih. Doa yang dikabulkan Tuhan adalah doa orang-orang yang mengerjakan pekerjaan Allah, doa orang-orang yang rajin berbuat kasih. Doa dan perbuatan adalah dua hal yang tak terpisahkan.