Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain

Minggu, 25 Desember 2022 – Hari Raya Natal

897

Yohanes 1:1-18

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian setelah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

***

“Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” (Mat. 2:12) adalah tema Natal yang direnungkan seluruh umat kristiani Indonesia tahun ini. Para majus dari timur datang menjumpai Yesus dengan dituntun oleh bintang. Setelah berjumpa dengan-Nya, mereka kembali ke negeri mereka melalui jalan lain, tidak melewati jalan sebelumnya di mana mereka berjumpa dengan Herodes. Sebelumnya, mereka mendapat pesan dari Herodes untuk memberi tahu di mana bayi Yesus berada. Namun, mereka diingatkan Allah dalam mimpi agar tidak menjumpai Herodes lagi. Dengan mengikuti perintah Allah, para majus mengambil peran dalam karya ilahi yang hendak menyelenggarakan keselamatan bagi dunia.

Sabda yang telah menjadi daging merupakan cara kreatif Allah untuk menyelamatkan manusia. Inilah jalan lain setelah pengutusan banyak para nabi sebelumnya berujung pada penolakan dan pembunuhan. Jalan lain ini menunjukkan betapa Allah tidak pernah berhenti mencintai manusia. Oleh karena itu, sebagai pribadi yang beriman, kita juga diajak untuk belajar mencari jalan lain demi dunia yang lebih baik.

Setelah berjumpa dengan Yesus, hendaknya kita tidak lagi hidup di jalan yang lama, tetapi di jalan yang baru. Jalan baru itu harus kreatif dalam mewartakan kasih dan kebaikan Allah. Jalan baru itu harus mampu menghidupi perdamaian dan keadilan bagi sesama. Jalan baru itu harus menciptakan persahabatan dengan semua orang. Jalan baru itu harus pula menunjukkan komitmen untuk tetap menjadi berkat bagi sesama. Dengan jalan baru yang demikian, kita ambil bagian dari karya Allah yang menyelamatkan manusia melalui kelahiran Yesus. Dengan menghayati jalan baru tersebut, kita semakin mampu membaca kehendak Allah dan penyelenggaraan-Nya dalam hidup kita.

Perayaan Natal yang kita rayakan hari ini juga menjadi momen bagaimana kita mau terlibat dalam karya kreatif Allah. Kita mencari jalan lain yang lebih baik di saat situasi mencekam, buruk, dan tidak terkendali. Kita menemukan solusi bersama di tengah isu ketidakharmonisan dan komunikasi yang kurang baik. Kita melakukan cara lain untuk membuktikan cinta kita kepada orang-orang di sekitar kita. Sukacita kelahiran Yesus yang kita rayakan hari ini menumbuhkan iman kita, sehingga kita semakin bertumbuh dalam cinta dan pelayanan secara kreatif seturut penyelenggaraan ilahi. Selamat hari Natal!