
Markus 16:15-20
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
***
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”
Ketika pulang dari kantor menggunakan bus TransJogja, saya melihat berbagai macam pribadi dalam tugasnya. Ada orang-orang muda yang pulang sekolah, para karyawan yang pulang kantor, pedagang asongan yang masih berjuang menjajakan barang dagangan, ada juga turis yang sedang berjuang menikmati tempat-tempat wisata. Masing-masing memiliki tugas yang perlu dijalani dan diselesaikan.
Hidup kita adalah perjalanan menyelesaikan tugas. Yesus menyelesaikan tugas yang dipercayakan Bapa kepada-Nya dengan tuntas. Kita diberi tugas-tugas yang tidak mudah dan penuh tantangan.
Ada banyak sikap terhadap tugas. Ada yang menunjukkan kegembiraan. Ada yang merasakan tugas sebagai beban. Ada yang kesulitan menemukan makna dalam tugasnya. Ada pula yang melihat tugas sebagai pembatas kebebasan.
Setelah bangkit, Yesus memberi tugas kepada para murid. Pengalaman kebangkitan sebenarnya mengundang kita untuk mampu melihat bahwa tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita adalah bagian dari cita-cita Allah untuk memberitakan Injil atau kabar gembira ke tengah-tengah dunia. Tugas kita bukanlah tugas pribadi yang tidak jelas arahnya. Kita berpartisipasi dalam gerak Allah. Pengalaman kebangkitan membuat kita semakin yakin akan makna dari hidup dan tugas kita. Kita semua adalah rekan kerja Allah yang dipanggil untuk membangun dunia yang semakin baik.
Siapkah kita menjadi rekan kerja Allah yang tangguh dan setia?










