
Matius 11:25-30
Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
***
Berdasarkan data statistik tahun 2026 tentang pariwisata, Indonesia memiliki total 2.930 usaha Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) komersial. Angka ini bertambah sebesar 14,32% sejak lima tahun terakhir, dan kembali mendekati tingkat normal seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Data ini membuktikan tingginya tingkat kebutuhan masyarakat akan rasa senang, tenang ,dan nyaman yang sekarang sering diistilahkan sebagai healing.
Pernahkah kita merasa lelah dalam kehidupan ini, sehingga merasa perlu berwisata dalam rangka healing? Kita bisa saja mengalami kelelahan secara fisik maupun mental. Terkadang ada banyak hal yang membebani pikiran kita, seperti masalah pekerjaan, ekonomi, keluarga, dan kesehatan. Hal itu membuat hati kita dipenuhi kecemasan, dan kita pun menjadi takut untuk menyongsong masa depan. Bisa jadi dalam keadaan seperti itu kita tetap tersenyum di hadapan orang lain, tetapi di kedalaman hati sebenarnya kita menangis. Menjadi pertanyaan: Saat kita mengalami hal yang demikian, ke mana dan kepada siapa kita mengadu?
Hari ini, Yesus mengundang kita melalui sabda-Nya, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Inilah tip pertama dan utama untuk memperoleh ketenangan, yakni datang kepada Yesus. Yang kedua adalah belajar pada-Nya untuk memikul kuk yang memang harus kita pikul. Tidak ada jalan lain selain kedua hal tersebut. Jika hati kita sedang berbeban berat, kemudian kita melarikan diri dengan tenggelam dalam kesibukan atau mencari hiburan di tempat wisata, yakinlah bahwa semuanya itu hanya dapat mengalihkan perhatian sejenak. Masalah tidak akan selesai, tetapi akan datang lagi tidak lama kemudian.
Kita tidak bisa lari dari tanggung jawab yang harus kita pikul. Selesaikanlah itu dengan tenang dan tulus, maka segalanya akan menjadi baik kembali. Ketenangan akan datang kalau kita memercayakan hidup kita kepada Tuhan, dan belajar dari-Nya yang selalu melakukan yang terbaik. Yesus adalah pribadi yang bertanggung jawab. Karena itu, kendati salib menjadi jalan yang harus ditempuh-Nya, Ia tetap merasa sangat teberkati sebagai Anak Bapa di surga.
Saudara-saudari terkasih, jika hari ini sedang memikul beban berat, janganlah Anda menyimpannya sendiri. Datanglah kepada Yesus, ceritakanlah semuanya dalam doa. Duduklah sejenak di hadapan-Nya, sebab dalam pelukan kasih Tuhan, hati yang lelah akan menemukan kelegaan, dan jiwa yang gelisah akan memperoleh ketenangan.










