Yesus Adalah Anak Allah

Kamis, 22 Januari 2026 – Hari Biasa Pekan II

62

Markus 3:7-12

Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

***

Injil hari ini diawali dengan penyebutan nama Yesus, dan diakhiri dengan penyebutan gelar-Nya sebagai Anak Allah. Markus ingin menegaskan identitas Yesus sebagai Anak Allah. Yesus menghadirkan Allah yang memberikan diri-Nya untuk kebaikan manusia. Tanpa kenal lelah, bahkan tanpa sempat beristirahat, Yesus tampil untuk menyembuhkan manusia dari pelbagai sakit dan penyakit.

Yesus menghadirkan Allah yang mengasihi manusia secara total. Berbeda dengan pola pikir Yunani-Romawi yang biasanya meremehkan lapisan dan kerumunan masyarakat biasa, karya Yesus justru memprioritaskan mereka. Orang-orang itu tidak Ia telantarkan sebagai kawanan tanpa gembala, massa mengambang yang tanpa arah dan bantuan.

Roh-roh jahat pun akhirnya mengakui Yesus sebagai Anak Allah. Namun, Yesus membungkam mereka. Pewartaan tentang identitas Yesus sebagai Anak Allah tidak cocok keluar dari mulut roh-roh jahat. Mereka ini antek-antek Iblis, lawan Allah. Kelak, di bawah salib, setelah misi Yesus selesai, barulah identitas-Nya sebagai Anak Allah mendapat maknanya yang penuh dan sejati.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk mencari Yesus sebagai sumber pemulihan hidup. Seperti orang banyak dalam kisah ini, kita pun diundang untuk datang dan menyentuh Yesus. Dialah Anak Allah yang menganugerahi kita hidup ilahi dan pemulihan yang hakiki.