Jagalah Dirimu dan Kawanan Tuhan!

Rabu, 20 Mei 2026 – Hari Biasa Pekan VII Paskah

12

Kisah Para Rasul 20:28-38

“Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.” Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

***

Paulus masih berada di Miletus dan berbicara kepada para pemimpin jemaat Efesus. Ia menyampaikan pesan untuk mereka berkaitan dengan tanggung jawab mereka atas jemaat. Paulus menyebut mereka sebagai orang-orang yang ditetapkan oleh Roh Kudus untuk menggembalakan jemaat Allah. Tentang jemaat Allah, Paulus menyatakan bahwa Allah memperoleh mereka dengan darah Anak-Nya sendiri. Yesus Kristus, Anak Allah, telah mempersembahkan diri di kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kematian. Jemaat telah mendengar kabar itu dan menjadi percaya berkat pewartaan Paulus. Ia menyampaikan hal ini untuk menunjukkan betapa berharganya para anggota jemaat dalam pandangan Allah. Ini berarti juga menunjukkan betapa pentingnya tugas para pemimpin tersebut untuk menggembalakan jemaat.

Paulus meminta para pemimpin jemaat untuk menjaga diri mereka dan menjaga seluruh kawanan, yakni para anggota jemaat. Mereka harus ingat bahwa Roh Kuduslah yang menetapkan mereka menjadi gembala jemaat. Karena itu, Roh Kudus pasti menolong mereka melakukan tugas yang dipercayakan-Nya kepada mereka. Apa yang dimaksud dengan menjaga diri dan jemaat? Mereka sudah menjadi percaya kepada Kristus dan menerima karunia keselamatan. Jangan sampai para gembala dan para anggota jemaat karena alasan apa pun meninggalkan iman mereka. Kalau sampai meninggalkan iman akan Kristus, bagaimana mereka dapat memperoleh keselamatan?

Paulus merasa perlu menyampaikan peringatan ini karena setelah ia pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke dalam jemaat dan tidak akan menyayangkan mereka. Mereka sangat berbahaya dan dapat melakukan apa pun untuk membuat para anggota jemaat meninggalkan iman mereka. Selain itu, dari dalam jemaat sendiri akan muncul orang-orang yang menyebarkan ajaran palsu. Mereka ini berusaha menarik para anggota jemaat dari jalan yang benar, dari iman akan Kristus, supaya mengikuti mereka.

Untuk membantu mereka melaksanakan tugas ini, mereka perlu mengingat bagaimana Paulus sudah tiga tahun tinggal bersama mereka. Selama itu, siang dan malam ia tanpa henti menasihati mereka dengan mencucurkan air mata. Paulus yang sudah bekerja keras untuk mereka sekarang menyerahkan para gembala jemaat itu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya. Tuhan yang telah memilih dan memberikan tugas kepada mereka tidak akan tinggal diam, tetapi akan menolong mereka.

Dari ucapan Paulus ini, kita, orang yang percaya kepada Kristus, baik secara pribadi maupun dalam komunitas, diingatkan supaya waspada dengan hal-hal yang bertentangan dengan iman. Orang beriman perlu memiliki daya saring yang kuat. Kita hidup di zaman informasi, di mana ajaran-ajaran yang menyimpang bisa masuk lewat media sosial. Kita dipanggil untuk tidak mudah terombang-ambing oleh hal-hal yang hanya memuaskan telinga, tetapi jauh dari kebenaran yang diajarkan Tuhan.