
Markus 10:28-31
Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
***
Hari ini, kita diingatkan kepada hal-hal apa saja yang diinginkan Tuhan, agar kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kita diajak untuk mengikut-Nya, untuk berani meninggalkan zona nyaman, dan untuk melepaskan segala sesuatu yang bersifat duniawi. Namun, dalam langkah-langkah kita mengikut Yesus, bisa saja kita tetap memiliki keinginan untuk bertindak sesuai dengan hasrat kita sendiri. Ini berarti motivasi kita dari hari ke hari harus selalu dimurnikan. Bagi Yesus, kita harus siap berkorban, baik mengenai waktu, tenaga, maupun materi.
Beberapa bulan ini saya rajin mengikuti acara Mlampah Ziarah yang diselenggarakan oleh suatu komunitas yang berpusat di Yogyakarta. Awalnya saya hanya coba-coba dan ingin mengetahui kemampuan sendiri: Apakah saya bisa menyelesaikan perjalanan ini? Apakah saya mampu berziarah dengan berjalan kaki dari Tugu Yogyakarta menuju Gua Maria Sendangsono yang jaraknya sangat jauh?
Ziarah dengan berjalan kaki ini membuat saya menyadari bahwa Tuhan telah menunjukkan banyak hal. Ketika kita ingin mengikut-Nya, ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Saya pun harus siap menghadapi segala sesuatu: Siap menghadapi cuaca yang berubah-ubah, siap berjalan di tanah yang berbeda-bedda, siap pula menghadapi rasa haus dan lapar.
Pengalaman itu adalah gambaran jalan hidup yang harus saya lalui ketika ingin mengikut Yesus. Kita tidak dapat menghindar ataupun menutup mata bila terjadi sesuatu, tetapi kita harus berusaha mencari jalan keluarnya. Pegangan kita adalah firman Tuhan sendiri. Percaya akan perlindungan dan rencana Tuhan memang tidak mudah, tetapi bagaimanapun Tuhan tidak akan pernah ingkar janji. Ia selalu setia mendampingi kita.










