Harta Surgawi dan Harta Duniawi

Selasa, 18 Agustus 2026 – Hari Biasa Pekan XX

44

Matius 19:23-30

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

***

Yesus memberkati anak-anak kecil, dan kemudian menjawab seorang pemuda kaya yang bertanya tentang bagaimana memperoleh hidup kekal. Setelah Yesus memberi jawaban dengan menantang pemuda itu untuk memberikan kekayaannya kepada orang miskin dan mengikut Dia, pemuda itu pergi dengan sedih. Yesus lalu berkata, “Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah”.

Pernyataan ini bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional pada zaman Yesus. Saat itu, orang percaya bahwa kekayaan adalah tanda persetujuan ilahi. Seberapa besar berkat Allah bagi seseorang terlihat dari kekayaan yang dimiliki orang itu. Yesus menjungkirbalikkan pemahaman tersebut. Karena itu para murid terkejut dan mempertanyakan tentang bagaimana seseorang dapat diselamatkan.

Di antara para murid, Petrus berani bertanya lebih lanjut tentang apa yang akan dia dan murid-murid lainnya miliki di surga setelah mereka meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus. Yesus berkata bahwa kedua belas murid akan menduduki dua belas takhta ketika Ia menduduki takhta-Nya sendiri di dunia baru. Mereka akan menghakimi kedua belas suku Israel. Yesus melanjutkan bahwa semua orang yang meninggalkan segala sesuatu untuk Dia akan menerimanya kembali seratus kali lipat dan memperoleh hidup kekal.

Ignatius Joseph Kasimo Hendrowohyono atau yang dikenal sebagai I.J. Kasimo adalah salah satu politisi paling jujur dan paling sederhana yang pernah dimiliki Indonesia. Ia memiliki prinsip politik yang terkenal: Politik itu bermartabat. Baginya, politik adalah pelayanan. Ia dikenal sebagai menteri yang tetap miskin, meski menjabat sebagai menteri perdagangan dan persediaan pada masa kabinet Hatta, Natsir, hingga Burhanuddin Harahap. I.J. Kasimo tidak pernah memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri atau keluarganya. Rumah tinggalnya sangat sederhana, dan ia tidak memiliki harta berlimpah hingga akhir hayatnya. Keluarga I.J. Kasimo hidup seperti keluarga rakyat biasa. Anaknya mengenang bagaimana mereka dibesarkan tanpa kemewahan sama sekali dengan menekankan bahwa uang negara adalah milik rakyat yang tidak boleh disentuh sepeser pun.

Perjalanan hidup I.J. Kasimo menjadi contoh bagaimana seseorang seharusnya memaknai kekayaan. Meski memegang posisi strategis dalam pemerintahan, ia tidak mengartikan kekayaan sebagai berlimpahnya uang dan harta. Sebaliknya, kekayaan bagi I.J. Kasimo adalah pengabdian untuk bangsa, untuk masyarakat. Buah dari pengabdian itulah yang kemudian menjadi harta surgawi yang ia peroleh.