Maria Ibu Yesus dalam Keempat Injil

203

Sudah sejak komunitas Gereja Kristen abad perdana, Maria, ibu Yesus, dihormati dan dicintai dengan cara yang lebih khusus dibandingkan dengan orang kudus lainnya. Dia sungguh-sungguh berperan besar dalam spiritualitas orang Katolik. Dalam tradisi Gereja Katolik, Maria mendapat tempat yang khusus dan istimewa. Gereja mengabdikan bulan Mei dan Oktober untuk menghormatinya dalam pelbagai bentuk seperti devosi, nyanyian, dan ziarah.

Karena diberi tempat khusus dan istimewa, Maria perlu dibicarakan supaya lebih dikenal dengan baik. Dalam buku ini, pembaca diajak untuk mengenal Maria melalui kacamata para penulis Injil. Keempat penulis injil mencatat tradisi yang masih hidup dari komunitas kristiani yang berbeda-beda tentang kehidupan dan misi Yesus. Mereka sering kali menceritakan peristiwa yang sama, tetapi kemudian memberi refleksi atau penafsiran yang khas untuk mengilustrasikan tujuan teologis dan kateketis mereka.

Dari antara tradisi tentang “segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,” ada tradisi tentang Maria, ibu Yesus. Bagaimana para penulis Injil berbicara tentang seorang perempuan yang kita kenal sebagai Maria, ibu Yesus?

Alfons Jehadut