Satu dalam Perbedaan

Minggu, 20 Januari 2019 – Minggu Biasa Pekan II

272

1 Korintus 12:4-11

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

***

Hari ini kita berada di hari ketiga pada Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani. Dalam pekan ini, kita mendoakan doa Tuhan Yesus sendiri bagi para pengikut-Nya, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 17:21).

Dari bacaan kedua hari ini, kita merenungkan arti kesatuan dan perbedaan. Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat Korintus, Paulus mengingatkan mereka akan bahaya perpecahan. Rasanya perpecahan di antara umat menjadi persoalan yang cukup serius bagi jemaat di Korintus. Karenanya Paulus mengingatkan jemaat untuk menghayati jati diri Gereja sebagai kesatuan dengan Kristus sendiri sebagai kepala.

Bacaan yang kita renungkan ini mendahului nasihat Paulus tentang Gereja sebagai Tubuh Kristus (1Kor. 12:12-31). Paulus menyebut adanya beragam karunia yang berbeda-beda di tengah jemaat. Semua karunia yang berbeda-beda itu berasal dari Roh yang satu. Perbedaan yang ada harus dihayati sebagai kekayaan yang membangun kehidupan bersama karena “semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya” (ay. 11). Dengan berbagai macam karunia yang ada, jemaat bisa bertumbuh bersama dalam iman, harapan, dan kasih. Komunitas jemaat menjadi komunitas yang hidup tanpa diskriminasi, tanpa iri hati, dan penuh semangat persaudaraan.

Bacaan ini mengajarkan kita arti kesatuan dan perbedaan dalam kehidupan bersama. Dalam kebersamaan, perbedaan adalah sesuatu yang harus kita terima. Kesatuan tidak sama dengan keseragaman. Kesatuan memberi tempat bagi keunikan (termasuk karunia) setiap pribadi. Kesatuan adalah ruang bagi semangat berbagi dan memberi tanpa menghilangkan atau menghina identitas (atau keunikan atau karunia) setiap pribadi. Kesatuan itu bisa kita usahakan kalau kita mampu melihat perbedaan yang ada sebagai kekayaan yang menumbuhkan kehidupan bersama.

Ada orang yang melukiskan perbedaan dan keindahan kehidupan bersama dengan pelangi. Pelangi itu indah karena berwarna-warni, bukan hanya satu warna. Demikian juga sebuah paduan suara bernyanyi indah karena beragam suara dipadu sedemikian rupa. Taman juga menjadi lebih indah dengan bunga yang berwarna-warni.

Dalam perenungan tentang arti perbedaan dan kesatuan, sebagai Gereja, kita berharap agar apa yang kita doakan dalam pekan ini bisa terwujud. Sebagai sesama pengikut Kristus, kita – Gereja Katolik – bersama dengan saudara-saudara kristiani yang lain bergerak bersama dalam semangat cinta kasih Kristus. Bersama-sama kita membawa terang Injil untuk memajukan kehidupan bangsa dan dunia.

Sebagai bangsa Indonesia, kita patut bersyukur atas para pendiri bangsa yang telah memberi dasar persatuan yang sangat indah bagi negeri ini. Kita yang terdiri dari beragam iman kepercayaan dan memiliki ribuan suku bangsa dapat mewujudkan kesatuan sebagai satu bangsa Indonesia. Kita menaruh keprihatinan atas situasi bersama di negeri kita dewasa ini. Harus kita akui, akhir-akhir ini ada berbagai peristiwa yang bisa mengancam kesatuan. Kita berharap agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga dengan terpeliharanya nilai-nilai toleransi.

Semoga kita semakin mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan kehidupan bersama. Dalam pengharapan akan kehidupan bersama yang lebih indah, semoga kita menjadi pembawa kedamaian dengan sikap penghargaan pada perbedaan yang ada.