Tegar dan Tangguh

Sabtu, 8 Mei 2021 – Hari Biasa Pekan V Paskah

37

Yohanes 15:18-21

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”

***

Bertahan dan tegar dalam segala situasi kehidupan adalah kualitas yang harus dimiliki oleh seorang murid Yesus. Yesus tahu bahwa sesudah kepergian-Nya, para murid akan mengalami banyak tantangan dan kesulitan. Hal itu pasti akan menciutkan dan menggentarkan hati mereka. Namun, para murid tidak perlu takut, sebab Yesus tidak akan membiarkan mereka sendirian. Ia berjanji akan menyertai dan menguatkan mereka.

Para murid juga diingatkan agar melihat dan meneladan Yesus yang menderita karena ketaatan-Nya pada kehendak Allah. Penderitaan berat yang akan dialami-Nya tidak menyurutkan langkah Yesus untuk terus bersikap taat. Ketaatan dan komitmen ini hendaknya memberi daya atau energi bagi para murid.

Jalan hidup orang-orang yang percaya kepada Yesus pasti penuh tantangan. Karena itu, kita membutuhkan daya tahan dan ketangguhan agar tetap setia kepada komitmen kita sebagai murid-murid Yesus yang menjalankan tugas pengutusan. Kita harus yakin bahwa di mana ada kesulitan, di situ pasti ada jalan.

Iman akan Yesus membutuhkan keberanian untuk berlangkah maju. Ingat, sebagai sahabat Yesus, saya dan Anda tidak sendirian dalam menjalani kehidupan dan tugas pengutusan kita. Yesus bersama kita, bahkan dalam masa-masa sulit. Karena itu, mari menjadi pribadi-pribadi yang teguh dan tangguh. Hendaknya kita benar-benar menjadikan Yesus sebagai andalan. Di tengah situasi sulit, kita tidak boleh kehilangan harapan, sebab Yesus ada di dalam diri kita, juga hadir di dalam Gereja kita.