Roh Kebenaran

Minggu, 23 Mei 2021 – Hari Raya Pentakosta

67

Yohanes 15:26-27; 16:12-15

“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

“Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari-Ku.”

***

Hari ini Gereja sejagat merayakan Hari Raya Pentakosta atau dikenal sebagai hari datangnya Roh Kudus yang dijanjikan Yesus kepada para murid. Pada hari ini, Roh Kebenaran dan Penghibur yang dikomunikasikan Yesus menciptakan kondisi manusia baru dalam diri para murid dan membentuk semangat kesatuan di antara mereka. Pada hari Pentakosta, Yesus mengubah para murid menjadi pribadi baru, memberi mereka hidup baru. Semua dipenuhi dengan kekuatan Roh Kudus dan mulai bersaksi dengan berani. Ketakutan dan kecemasan dihalau dari hati mereka, dan mereka diubah menjadi pribadi yang gagah berani.

Memang rasa takut sering membuat kita tidak mampu mengatasi kesulitan yang muncul dengan sendirinya dan yang tampak lebih kuat dari situasi batin kita. Tentunya cukup wajar jika rasa takut kadang menghantui kita. Namun, dalam ketakutan itu, kita perlu yakin bahwa kita tidak sendiri. Kita perlu membuka hati bahwa Roh Kebenaran dan Penghibur akan memberi kita kekuatan.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yohanes mengisahkan kepada kita tentang Yesus yang akan kembali kepada Bapa-Nya dan menjanjikan kedatangan Roh Kudus kepada para murid-Nya, yakni Roh Kebenaran dan Penghibur. Dalam nasihat perpisahan-Nya tersebut, Yesus mengetengahkan setidaknya enam tugas Roh Kudus, yakni menemani para murid saat Dia tidak ada bersama mereka, mengingatkan mereka tentang nasihat dan ajaran yang telah diwartakan Yesus, memberikan kesaksian tentang Yesus, membantu mereka dalam penilaian tentang dosa dan ketidakadilan dunia, memimpin para murid kepada kebenaran sejati, dan memuliakan Dia. Dengan itu, Yesus meneguhkan hati para murid bahwa Dia tidak akan membiarkan mereka merana.

Akhirnya, ada dua peran besar Roh Kudus dalam ziarah iman kita di tengah dunia. Pertama, Roh Kudus membimbing kita di jalan keselamatan. Dia memimpin kita kepada Bapa. Roh Kudus memberikan keberanian dan kekuatan kepada kita agar sebagaimana para rasul, kita tetap teguh memberikan kesaksian tentang Injil di tengah dunia. Roh Kudus juga memperbarui hidup kita untuk tetap teguh dalam iman. Kedua, Roh Kudus membuat kita memahami kata-kata dan kehendak Kristus Yesus. Kata “penghibur” yang digunakan penginjil Yohanes berasal dari bahasa Yunani parakletos, yang dapat dimengerti sebagai “orang yang terpanggil untuk mendampingi dan membela orang lain di hadapan mahkamah”. Dengan cara ini, Yesus mengingatkan kita tentang daya kerja Roh Kudus yang memenuhi hati kita dengan kedamaian, ketenangan dalam kesulitan, dan sukacita dalam menjalani perintah Allah.

Kesaksian hidup kita mestinya menjadi komitmen sehari-hari dan merupakan bagian dari tanggung jawab iman kita sebagai murid Kristus di dunia. Oleh karena itu, marilah kita melakukan semua ini dengan sukacita, menyadari bahwa kita tidak pernah tersesat dalam kesendirian kita, sebab di kedalaman batin kita, Roh Kudus menetap dan menguatkan kita.