Yusuf: Penjaga dan Pelindung Keluarga

Selasa, 28 Desember 2021 – Pesta Kanak-Kanak Suci

72

Matius 2:13-18

Setelah orang-orang majus itu berangkat, tampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.”

***

Yusuf diberi perhatian besar oleh penginjil Matius dengan menampilkannya berulang kali. Kisah kanak-kanak Yesus pun oleh Matius diceritakan terutama dari sudut pandang Yusuf. Matius menampilkan Yusuf sebagai seorang yang tidak banyak bicara, seorang yang dituntun oleh malaikat Tuhan, seorang yang memberi nama Yesus kepada anak yang dilahirkan Maria, dan seorang yang menjaga serta melindungi keluarganya dari berbagai kemungkinan bahaya dan kejahatan. Semua tindakan Yusuf ini ditempatkan dalam konteks pelayanan dan pengabdian bagi keluarga.

Dalam kisah kanak-kanak Yesus, Yusuf ditampilkan sebagai sosok yang tidak banyak berinisiatif. Satu-satunya keputusan yang didasarkan pada inisiatifnya sendiri terjadi ketika ia bermaksud menceraikan Maria secara diam-diam. Yusuf memutuskan ini karena berbelaskasihan terhadap Maria yang sudah mengandung sebelum hidup bersamanya sebagai suami istri, tetapi ia tidak mengetahui bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus.

Akan tetapi, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi untuk mencegahnya melakukan itu. Ada dua hal yang disampaikan malaikat Tuhan kepadanya. Pertama, asal-usul kehamilan Maria, yakni bahwa Anak yang di dalam kandungannya berasal dari Roh Kudus. Kedua, kewajiban Yusuf terhadap Maria dan Anak yang dikandungnya: Yusuf harus mengambil Maria sebagai istrinya tanpa ragu, dan Anak yang dilahirkannya harus diberi nama Yesus karena Dialah yang akan menyelamatkan umat dari dosa-dosa mereka.

Apa yang disampaikan malaikat ditaati oleh Yusuf. Tanpa ragu, ia mengambil Maria menjadi istrinya. Ia juga memberi nama kepada anak yang dilahirkan Maria. Dengan memberi nama, Yusuf mengakui Yesus sebagai anaknya sendiri, dan membawa Yesus ke dalam garis keturunan Daud.

Sejak inisiatifnya untuk menceraikan Maria dihalangi Tuhan, keputusan dan tindakan Yusuf selanjutnya mengikuti petunjuk-Nya. Ia diperintahkan untuk mengungsi ke Mesir sesuai dengan rencana Allah agar terlindung dari Herodes dan prajuritnya yang ingin membunuh Yesus. Setelah Herodes mati, Yusuf diinstruksikan untuk membawa Maria dan Yesus keluar dari Mesir kembali ke Israel. Demi keamanan karena Herodes digantikan oleh anaknya, Yusuf diperintahkan untuk membawa keluarganya ke Nazaret di Galilea dan tinggal di sana. Jadi, Nazaret adalah tempat pengungsian kedua bagi Yesus setelah Mesir.

Dari uraian di atas, kiranya kita bisa mengenal sedikit tentang sosok Yusuf. Yusuf adalah seorang saleh yang selalu menaati perintah Tuhan. Ia tidak banyak bicara (dalam catatan penginjil Matius, ia bahkan tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun), tetapi banyak berbuat. Yusuf adalah seorang suami yang sangat mengasihi istrinya dan seorang ayah yang dengan penuh tanggung jawab melindungi keluarganya. Bukan tanpa alasan jika Yusuf dijuluki sebagai pelindung keluarga dan Gereja semesta. Seluruh tindakan Yusuf, baik bagi Maria maupun bagi Yesus, tidak hanya muncul dari ketaatannya terhadap perintah Allah, tetapi juga dari cinta dan pengorbanan dirinya bagi istri dan sang Anak. Yusuf adalah model seorang kepala keluarga yang harus kita teladani dewasa ini.