Menjadi Sahabat Tuhan Bersama Matias

Sabtu, 14 Mei 2022 – Pesta Santo Matias

53

Yohanes 15:9-17

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

***

Bersama dengan Gereja Universal, hari ini kita merayakan Pesta Santo Matias. Dia ditambahkan dalam bilangan dua belas rasul untuk menggenapi dua belas saka guru Gereja. Matias ditambahkan untuk melengkapi jumlah sahabat Yesus yang ditinggalkan Yudas Iskariot. Ia dipilih karena telah mengenal dan mengikuti pewartaan Yesus sejak pembaptisan hingga naik ke surga. Menjadi rasul berarti juga menjadi sahabat Yesus, menjadi orang yang tidak hanya bersama-sama Yesus mewartakan Kerajaan Allah, tetapi juga meneruskan dan melanjutkan apa yang telah dihidupi dan diperjuangkan oleh-Nya.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menggarisbawahi dan menegaskan kembali arti menjadi seorang sahabat. “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Bagi Yesus, sahabat sejati adalah orang yang berani dan rela mengorbankan diri untuk sahabat-sahabatnya. Dalam hidup-Nya, Yesus telah membuktikan bahwa Dia adalah sahabat sejati bagi semua orang. Hari ini, Dia memanggil dan menetapkan Matias menjadi sahabat-Nya. Hari ini, Dia juga mengundang kita untuk menjadi sahabat-Nya.

Bagaimana kita bisa menjadi sahabat Yesus? Yakni kalau kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya kepada kita. Perintah-Nya jelas, yaitu kasihilah seorang akan yang lain. Kita akan mampu mengasihi orang lain kalau kita mempunyai kepenuhan cinta. Kepenuhan cinta itu kita peroleh dari Dia, sang Sumber Cinta, yakni Allah sendiri. Karena itulah Yesus bersabda kepada para murid-Nya untuk tinggal di dalam kasih-Nya. Semoga relasi kedekatan kita dengan Allah dan pengalaman syukur kita akan cinta Allah menjadi sumber kekuatan kita dalam mengasihi dan menjadi berkat bagi sesama.