Penolong yang Lain

Minggu, 22 Mei 2022 – Hari Minggu Paskah VI

70

Yohanes 14:23-29

Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.”

***

Saat kepergian Yesus sudah sedemikian dekat, yakni saat kematian-Nya, saat Dia ditinggikan dan dimuliakan, saat Dia kembali kepada Bapa. Itulah sebabnya Yesus meminta hadirnya Penolong yang lain kepada Bapa, yang akan menolong para murid dalam penziarahan hidup mereka. Penolong lain ini akan menjalankan dua peran, yakni mengajarkan segala sesuatu kepada mereka dan mengingatkan mereka akan apa yang telah dikatakan Yesus. Inilah kehadiran baru Yesus di dalam hidup mereka, bukan kehadiran secara fisik, melainkan kehadiran secara rohani.

Menjelang kepergian-Nya kepada Bapa, Yesus memberikan sebuah anugerah yang istimewa bagi para murid. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.” Damai sejahtera ditinggalkan Yesus agar hati para murid tidak gelisah dan gentar. Kepergian-Nya bukanlah akhir dari segalanya. Mereka bahkan harus bersukacita, sebab Yesus pergi kepada Bapa yang lebih besar daripada diri-Nya. Lagi pula, Yesus tidak meninggalkan mereka sendirian seperti anak yatim piatu. Penolong yang lain, yakni Roh Kudus, akan menyertai dan tinggal bersama mereka untuk selama-lamanya.

Melalui Roh Kudus, kehadiran Yesus yang singkat selama pelayanan-Nya di dunia akan terus berlanjut di dalam diri murid-murid-Nya. Pertolongan Allah yang dulu hadir dalam diri Yesus Kristus selanjutnya menyertai mereka melalui Roh Kudus, yang adalah sumber penghiburan, pertolongan, sukacita, dan damai bagi mereka.

Semoga melalui kehadiran Roh Kudus, kita semakin disadarkan bahwa kasih Yesus sungguh luar biasa terhadap kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita, murid-murid-Nya, seorang diri dalam penziarahan hidup kita di dunia ini.