Kualitas Hidup Manusia Kristiani: Hidup Bermutu

Kamis, 23 Juni 2022 – Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

78

Lukas 1:57-66, 80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

***

Orang-orang bertanya-tanya mengenai anak Zakharia dan Elisabet, “Menjadi apakah anak ini nanti?”

Ulang tahun adalah saat yang menggembirakan. Kita diajak mengenang kembali pengalaman kehadiran kita di dunia, sekaligus memberi makna atas perjalanan hidup yang sudah kita tempuh. Saat ulang tahun menjadi kesempatan untuk berefleksi atas kualitas hidup yang sudah kita jalani selama ini. Kegembiraan atas ulang tahun tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan kedalaman dan mutu hidup kita.

Sebuah produk akan disukai oleh orang kalau punya mutu yang baik. Mutu yang baik bisa dilihat dari berbagai aspek, misalnya mudah digunakan, tahan lama, dan tidak mudah rusak. Menghasilkan barang yang bermutu membutuhkan ketekunan dan kecermatan. Ketika produksi dilakukan dengan sembarangan, mutu barang yang dihasilkan pasti tidak baik.

Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang bermutu. Ia memiliki kepekaan untuk menuntun orang-orang pada jalan Tuhan; ia mempersiapkan banyak orang untuk menyambut kedatangan sang Juru Selamat. Ketika Yesus tampil, Yohanes Pembaptis bahkan menyadari tempatnya dan mulai mengundurkan diri, agar Yesus bisa sepenuhnya berkarya. Kerendahan hati Yohanes Pembaptis menunjukkan mutu pribadinya yang luar biasa mengagumkan.

Bagaimana kita dapat menciptakan mutu hidup yang baik? Paus Fransiskus lewat Amoris Laetitia menunjukkan bahwa mutu hidup yang baik dimulai dari keluarga. Keluarga sebagai komunitas terkecil menjadi tempat mendidik dan mengembangkan mutu pribadi yang baik dan berkeutamaan. Di bulan Juni 2022 ini, ujud Kerasulan Doa untuk Gereja Universal bahkan adalah agar “keluarga kristiani memiliki cinta tanpa syarat dan mengutamakan kesucian dalam menjalani hidup sehati-hari”.

Sungguh baik apabila kita mempunyai kesadaran untuk membawa hidup yang bermutu. Untuk apa merayakan ulang tahun apabila yang diulang adalah hidup yang tidak bermutu?