Belajar dari Santa Klara: Menjadi “Childlike”, Bukan “Childish”

Selasa, 11 Agustus 2026 – Peringatan Wajib Santa Klara

41

Matius 18:1-5,10,12-14

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.

“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

***

Saudara-saudari yang terkasih, pada Peringatan Wajib Santa Klara hari ini, Injil mengundang kita untuk menjadi seperti anak kecil. Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Apa artinya?

Dalam bahasa Inggris, ada dua istilah yang mirip, namun memiliki makna yang berbeda, bahkan bertolak belakang, yakni childish dan childlike. Childish berarti kekanak-kanakan, yang ditandai dengan sikap manja, egois, mau menang sendiri, dan kabur dari tanggung jawab. Pastinya Yesus tidak mengharapkan kita menjadi childish, tetapi childlike, yakni seperti anak kecil, yang ditandai dengan sikap tulus, polos, jujur, rendah hati, dan percaya atau bergantung atau mengandalkan Bapa secara total.

Hari ini, secara khusus, kita belajar dari sosok yang berhasil menghidupi semangat childlike secara radikal, yakni Santa Klara dari Asisi. Klara lahir dari keluarga bangsawan yang sangat kaya. Ia punya segalanya, yakni harta, kuasa, dan masa depan yang terjamin. Namun, apa yang ia lakukan? Klara meninggalkan “mainan mewah” duniawi. Ketika orang-orang seusianya sibuk pamer kekayaan (childish, butuh pengakuan dunia), Klara justru melarikan diri di tengah malam untuk mengikrarkan kemiskinan di hadapan Santo Fransiskus Asisi. Ia memotong rambut cantiknya dan mengenakan jubah kasar. Inilah yang disebut kepasrahan radikal (childlike trust).

Santa Klara memimpin Ordo Suster-suster Miskin (Klaris) tanpa jaminan finansial sama sekali. Ia tidak sibuk mengkhawatirkan esok hari karena percaya penuh pada penyelenggaraan ilahi, seperti anak kecil yang tidak pernah pusing memikirkan dari mana makanan besok berasal karena tahu bahwa orang tua pasti akan menyediakannya. Bahkan, ketika orang-orang hendak menyerang biaranya, Klara tidak panik. Dengan iman yang murni seperti anak kecil, ia membawa Sakramen Mahakudus ke pintu gerbang. Hasilnya? Para musuh ketakutan dan melarikan diri. Kepasrahan dan keheningannya jauh lebih kuat daripada pedang!

Bagaimana dengan kita? Dunia hari ini penuh dengan orang-orang dewasa yang childish. Mereka mudah tersinggung, haus kekuasaan, dan sulit mengampuni. Namun, Yesus memanggil kita untuk menjadi orang dewasa yang childlike, yakni orang-orang yang tangguh di luar, tetapi memiliki hati yang lembut, murni, dan penuh iman di dalam. Mari kita memohon doa Santa Klara dari Asisi, agar kita dimampukan untuk melepaskan segala keangkuhan dan kelekatan duniawi, sehingga kita bisa memeluk Tuhan dengan kepasrahan seorang anak kecil.