Berani Melepaskan Hal yang Tidak Baik

Kamis, 29 Oktober 2026 – Hari Biasa Pekan XXX

5

Lukas 13:31-35

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata:  Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

***

Beberapa orang Farisi datang kepada Yesus dan menghalau-Nya agar segera pergi dengan alasan Herodes hendak membunuh-Nya. Namun, Yesus menegaskan kepada mereka siapakah Dia dan apa yang akan dilakukan-Nya di Yerusalem. Ia mengemban tugas yang mulia, serta berkuasa untuk menyembuhkan manusia, baik itu di Yerusalem maupun di luar Yerusalem.

Perihal Yerusalem, Yesus kemudian mengingatkan kejahatan-kejahatan yang telah mereka lakukan. Ia sangat bersedih hati akan hal itu. Kerinduan-Nya yang mendalam untuk bisa merangkul, melindungi, dan mengusahakan pertobatan mereka harus berhadapan dengan sikap keras kepala dan penolakan untuk mendengarkan. Mereka tidak mau menerima dan tidak mau percaya kepada-Nya.

Dalam suatu pelayanan, pasti ada saja gesekan, penolakan, dan pertentangan yang terjadi di dalamnya. Lebih lagi bila ada seseorang yang merasa bahwa dirinya adalah sosok yang sangat berpengaruh di dalam maupun di luar komunitas itu. Ada juga pribadi yang suka mencari muka dan ingin tampil di muka agar bisa dilihat dan dihormati orang lain. Kesombongan-kesombongan itu dapat terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja.

Kemudian, keluarlah ucapan-ucapan yang tidak mengenakkan, yang menyudutkan orang lain, seakan-akan menyuruhnya untuk cepat-cepat  pergi. Akibat dari perkataan dan tindakan yang tidak baik ini, orang itu menjadi sakit hati dan kehilangan semangat untuk melayani. Di sisi lain, ketika si pelaku diminta untuk mengerjakan sesuatu, sering kali ia malahan menghilang tidak tahu pergi ke mana.

Hari ini Tuhan menegaskan kembali bahwa Ia sedih melihat terjadinya hal-hal yang tidak baik di dunia ini. Dia menghendaki kita untuk berani melepaskan hal-hal duniawi yang tidak baik atau yang tidak berkenan kepada-Nya. Tuhan menawarkan kesembuhan. Dia akan selalu menyambut pertobatan umat-Nya dengan kasih yang berlimpah.