Harapan di Tengah Kehilangan

Senin, 2 November 2026 – Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman

5

Yohanes 6:37-40

“Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

***

Hari ini, kita mengenang mereka yang telah mendahului kita dalam perjalanan kehidupan. Pada zaman sekarang, ketika kehilangan sering kita hadapi dengan cepat: Foto diunggah, ucapan belasungkawa disampaikan, lalu kehidupan kembali berjalan, Gereja mengajak kita untuk berhenti sejenak dan mengingat bahwa kematian bukanlah akhir dari segala sesuatu. Kita boleh menangis, merasakan kehilangan, dan merindukan mereka yang kita kasihi. Namun, di tengah duka itu, Yesus memberikan penghiburan yang sangat kuat, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang,” dan, “Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” Bagi orang beriman, kematian memang memisahkan kita secara fisik, tetapi kasih Allah tidak pernah terputus oleh kematian.

Kita juga hidup dalam budaya yang sering mengatakan, “Yang penting orangnya baik.” Setiap kali seseorang meninggal, kita mudah berkata, “Pasti dia sudah di surga.” Kita tentu berharap dan memercayakan mereka kepada belas kasihan Allah. Namun, Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman mengingatkan kita bahwa surga bukan sekadar penghargaan karena seseorang pernah menjadi orang baik. Surga adalah kepenuhan persatuan dengan Allah. Karena itu, kehidupan kita mempunyai arah. Yesus berkata bahwa Ia datang bukan untuk melakukan kehendak-Nya sendiri, melainkan kehendak Bapa. Pertanyaan penting bagi kita bukan hanya, “Apakah kita sudah menjadi orang baik?”, tetapi juga, “Apakah hidup kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan?” Di tengah dunia yang mengajarkan orang untuk mengikuti keinginan sendiri, mengejar kenyamanan, kesuksesan, dan kepuasan pribadi, seorang Kristen dipanggil untuk belajar berkata, “Tuhan, bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.”

Karena itu, doa bagi orang yang telah meninggal sangat penting. Kita tidak tahu pasti keadaan akhir setiap jiwa. Allah sendirilah Hakim yang mengetahui hati manusia. Namun, Gereja mengajarkan bahwa manusia dipanggil kepada kekudusan, dan bahwa jiwa perlu mengalami pemurnian dari segala keterikatan kepada dosa sebelum masuk dalam kepenuhan hadirat Allah. Inilah makna doa bagi orang-orang yang telah meninggal: Kita menyerahkan mereka kepada belas kasihan Allah, dan memohon agar segala yang masih perlu dimurnikan disempurnakan oleh kasih-Nya. Karena itu, ketika kita mendoakan orang tua, saudara, sahabat, atau siapa pun yang telah meninggal, kita tidak sedang melakukan sesuatu yang sia-sia. Inilah kasih yang melampaui kematian. Kita tetap mengasihi mereka dengan doa, Ekaristi, dan persembahan hidup kita.

Namun, Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman juga berbicara kepada kita yang masih hidup. Kematian orang yang kita kasihi seharusnya membuat kita bertanya, “Kalau suatu hari nanti hidup kita berakhir, apa yang akan tersisa?” Bukan uang, jabatan, atau nama besar kita, melainkan kasih yang kita hidupi dan hubungan kita dengan Tuhan. Karena itu, pemurnian jangan dibayangkan hanya terjadi setelah kematian. Kita dapat memulainya sekarang dengan belajar melepaskan dendam, menghentikan keserakahan, mengendalikan ego, meminta maaf sebelum terlambat, mengampuni sebelum kehilangan kesempatan, memperbaiki relasi dengan keluarga, dan kembali kepada Tuhan ketika kita jatuh. Setiap kali kita memilih kasih daripada ego, pengampunan daripada kebencian, dan kehendak Allah daripada kehendak diri sendiri, kita sedang mempersiapkan hati untuk kehidupan kekal.

Hari ini, kita membawa nama-nama mereka yang kita kasihi dalam doa. Mungkin ada wajah yang masih sangat kita rindukan, suara yang masih kita ingat, atau kenangan yang belum mampu kita lepaskan. Serahkan semuanya kepada Tuhan. Kita tidak tahu pasti mengenai kehidupan sesudah kematian, tetapi kita tahu satu hal: Yesus tidak menolak siapa pun yang datang kepada-Nya, dan Ia berjanji untuk membangkitkan mereka pada akhir zaman. Karena itu, jangan biarkan kehilangan hanya menghasilkan kesedihan. Kehilangan hendaknya justru menumbuhkan iman, pertobatan, dan kasih.