Mendengarkan dan Melayani dengan Tulus

Minggu, 21 Juli 2019 – Hari Minggu Biasa XVI

124

Lukas 10:38-42

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil darinya.”

***

Perikop Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan dua hal yang penting dalam relasi kita dengan Tuhan, yakni mendengarkan dan melayani. Yesus bertamu ke rumah sahabat-Nya, Maria dan Marta. Sebagai tuan rumah yang baik, Marta berusaha melayani Yesus. Dia sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk menjamu Yesus. Sementara itu, saudarinya Maria duduk dengan tenang di kaki Yesus dan mendengarkan-Nya.

Kedekatan dengan Yesus mendorong Marta untuk berani mengajukan protes kepada-Nya. Ia meminta Yesus menegur dan menyuruh Maria untuk membantunya dalam kesibukan menyiapkan jamuan. Menanggapi protes Marta, Yesus justru berkata, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil darinya.”

Apa yang mau disampaikan Yesus kepada Marta? Apakah Yesus mau mengatakan bahwa kesibukan Marta di dapur merupakan pekerjaan yang tidak berarti? Seandainya Marta tidak menyiapkan makanan di dapur, apa yang akan mereka makan? Bagaimana mungkin tuan rumah yang baik tidak menyiapkan jamuan untuk tamu-tamunya? Apakah Yesus mau mengatakan bahwa duduk dan mendengarkan seperti yang dilakukan Maria adalah satu-satunya hal yang harus kita lakukan dalam relasi kita dengan Tuhan?

Yesus kiranya tidak sedang mempertentangkan antara melayani dan mendengarkan, tidak pula sedang membandingkan keduanya. Yesus justru mau mengatakan bahwa keduanya merupakan hal yang penting. Kita perlu melaksanakan pelayanan dengan tulus dan penuh cinta, tanpa bersungut-sungut. Di lain pihak, kita juga harus memberikan waktu untuk mendengarkan dan berbincang-bincang dengan Tuhan. Mendengarkan Tuhan merupakan saat bagi kita untuk mengisi kembali kekuatan yang berasal dari-Nya, juga agar kita memahami dengan lebih baik apa yang menjadi visi dan kehendak-Nya yang harus kita wujudkan dalam pelayanan.

Dengan demikian, melayani dan mendengarkan Tuhan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bila kita melaksanakan pelayanan saja tanpa mendengarkan Tuhan, pelayanan kita tidak akan terarah pada perwujudan kehendak-Nya. Sebaliknya, bila kita hanya duduk dan mendengarkan, kita akan menjadi pengikut-Nya yang mandul, sebab tidak menghasilkan buah melalui pelayanan-pelayanan kita.

Melalui bacaan Injil hari ini, semoga kita semakin meningkatkan relasi dan cinta kita kepada Tuhan, baik melalui doa-doa yang memampukan kita untuk mendengarkan dan berbincang-bincang dengan-Nya, maupun melalui tugas pelayanan yang memungkinkan kita untuk mewujudkan visi Yesus, yakni menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini.