Hari Akhir

Minggu, 17 November 2019 – Hari Minggu Biasa XXXIII

62

Lukas 21:5-19

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”

Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

***

Injil hari ini memberikan pemandangan saat hari akhir tiba, yakni ketika Kristus datang untuk kedua kalinya, dengan tanda-tanda yang menyertainya. Itulah yang disebut parousia. Namun, sebelum itu terjadi, akan ada kekacauan dan banyak penderitaan yang dialami oleh murid-murid Kristus. Keyakinan akan hari akhir dan saat kedatangan Kristus kembali merupakan bagian dari syahadat kita yang berbunyi: “Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.”

Dalam bacaan kedua (2Tes. 3:7-12), umat Tesalonika juga mendapatkan pewartaan tersebut. Mereka sangat antusias dan mengira bahwa hari kedatangan Tuhan akan segera tiba. Oleh karena itu, mereka kemudian meninggalkan dinamika hidup harian dan memfokuskan diri pada kedatangan Tuhan. Bekerja dianggap tidak perlu lagi. Mereka lantas mengisi kegiatan sehari-hari melulu dengan hal-hal rohani. Paulus menegaskan kepada mereka, “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan!” (2Tes. 3:10). Nasihat Paulus ini ditempatkan dalam konteks agar orang mesti hidup secara wajar. Paulus memberikan teladan bahwa dalam menjalankan pewartaannya, dia tidak lalai bekerja. Ia berjerih payah siang dan malam agar tidak menjadi beban bagi umat. Oleh karena itu, Paulus meminta umat di Tesalonika untuk “menyadari kekinian” bahwa selagi kita hidup di dunia, kita tetap harus bekerja.

Hari akhir adalah sebuah kepastian, tetapi kapan saat itu akan tiba tidak ada yang tahu. Menyikapi hal tersebut, kita perlu bersikap bijak dan tidak gegabah. Bagaimana itu diwujudkan? Rasul Paulus memberi tantangan kepada kita agar kita tetap setia dan tekun menjalani hidup keseharian kita. Bila saatnya tiba, semoga kita didapati sedang aktif menjalankan segala yang baik dan mulia, sehingga kita menjadi orang-orang yang berkenan di hadapan Allah.