Perempuan yang Terberkati

Minggu, 12 Agustus 2018 – Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

155

Lukas 1:39-56

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

***

Hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Pada tahun 1950, Paus Pius XII menetapkan dogma tentang Maria yang diangkat dalam kemuliaan surgawi. Bunyinya demikian: “Maria, Bunda Allah dan perawan yang tetap tidak ternoda, diangkat dalam kemuliaan surgawi dengan jiwa dan raga setelah ia menyelesaikan jalan hidupnya di bumi.” Dogma ini bersumber dari keyakinan umat sendiri yang beredar luas di Gereja Timur maupun Barat. Mulai berkembang di Yerusalem sekitar tahun 600, keyakinan umat tentang diangkatnya Maria ke surga tersebut tumbuh semakin kuat pada abad 8.

Namun, perlu diingat bahwa Maria meninggal dan dimakamkan sewajarnya seperti orang lain. Pengangkatan Maria ke surga berarti bahwa Maria, secara utuh sebagai seorang manusia, beralih kepada wujud keberadaan baru dalam alam surgawi, dan ini terjadi setelah kematiannya. Dalam persekutuan dengan Kristus, Putranya, Maria selanjutnya bersatu dan hidup bersama dengan Allah. Maria sepenuhnya turut serta dalam kejayaan Kristus, sang buah sulung kebangkitan.

Perikop Injil yang kita dengar hari ini menunjukkan bahwa Maria sungguh sangat layak menerima anugerah itu. Sejak ia bersedia mengandung dari Roh Kudus, melalui diri Maria, Allah mulai melaksanakan karya keselamatan yang direncanakan-Nya bagi manusia. Menyadari akan hal itu, Maria lalu melantunkan sebuah madah yang indah, tentang kebaikan Allah yang sudi melakukan perbuatan-perbuatan besar bagi orang-orang kecil.

Bagian pertama madah (ay. 46-50) bertitik tolak pada pengalaman pribadi Maria sebagai hamba yang hina. Hidupnya sulit, jauh dari segala kesenangan duniawi, apalagi sekarang ia mengandung tanpa suami. Apa kata masyarakat tentang dia? Sudah untung ia tidak dilempari batu sampai mati. Di mata masyarakat, Maria tidak berharga, tetapi di hadapan Allah, dia sangat istimewa.

Bagian kedua (ay. 51-55) menggambarkan terjadinya revolusi sosial. Di sini tatanan duniawi sepenuhnya dijungkirbalikkan. Dunia memuji-muji orang kaya dan para penguasa, mereka yang rendah dan kelaparan diabaikan. Tuhan akan membalikkan situasi itu: yang tinggi akan direndahkan, yang rendah akan ditinggikan.

Bukan berarti yang satu lalu ganti menindas yang lain, madah ini sebenarnya mau menyatakan berakhirnya situasi yang penuh ketidakadilan. Mereka yang selama ini diperlakukan tidak adil dan disingkirkan tidak perlu risau, sebab Allah berada di pihak mereka. Ia akan melepaskan mereka dari penindasan dan menegakkan keadilan bagi seluruh bumi.