Digenapi dalam Diri Maria

Sabtu, 8 September 2018 – Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

166

Matius 1:18-23

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.

***

Meski kisah kanak-kanak Yesus dalam Injil Matius ditampilkan terutama dari figur Yusuf, tetapi sosok Maria, ibu Yesus, tetap mendapat tempat dan peran yang istimewa. Nama Maria masuk dalam daftar silsilah Yesus. Oleh Matius, Maria juga ditampilkan sebagai seorang ibu yang hidupnya secara berulang-ulang terancam oleh kekuatan sosial, ekonomi, dan politis. Rencana Yusuf untuk menceraikan Maria secara diam-diam – karena telah mengandung sebelum mereka hidup bersama sebagai suami-istri – jelas mengancam reputasi, status sosial, dan kesejahteraan hidup Maria. Tindakan Herodes yang ingin membunuh setiap anak laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah juga mengancam kehidupan Anak Maria.

Namun, campur tangan ilahi yang hadir melalui mimpi menyelamatkan hidup Maria dan Anaknya dari ancaman yang mereka hadapi. Dalam mimpi, Allah melalui malaikat-Nya menyampaikan kepada Yusuf bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus dan harus dinikahinya. Yusuf diperintahkan pula untuk membawa Maria dan Yesus ke Mesir agar terhindar dari pembantaian tragis dan mengerikan yang dilakukan pasukan Raja Herodes. Jadi, kisah kanak-kanak Yesus versi Matius menampilkan Maria sebagai seorang ibu yang berada dalam ancaman, tetapi diselamatkan oleh Tuhan.

Meski dalam kisah-kisah selanjutnya Maria hanya memiliki sedikit peran, tetapi kehadirannya di awal kisah menggambarkan tema kunci kisah kanak-kanak Yesus, yakni pemenuhan nubuat. Penginjil Matius melihat perawan Maria yang mengandung dan melahirkan Yesus sebagai pemenuhan nubuat para nabi. Maria yang mengandung dari Roh Kudus dihubungkan dengan perempuan muda yang mengandung dan melahirkan seorang anak yang dinamakan Imanuel (Yes. 7:14). Fungsi dan peran perawan Maria dalam rencana keselamatan Allah dilihatnya dalam konteks pemenuhan nubuat para nabi.