Harta adalah Kesempatan

Jumat, 21 Juni 2019 – Peringatan Wajib Santo Aloisius Gonzaga

167

Matius 6:19-23

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

***

Kita semua bekerja keras agar memperoleh harta untuk memenuhi kebutuhan kita. Hal tersebut adalah hal yang wajar dan dapat dipahami. Bahkan Paulus mengatakan dengan keras agar kita bekerja dengan sungguh-sungguh. Barangsiapa tidak bekerja dengan sungguh-sungguh, janganlah dia makan.

Kita perlu memahami bacaan dari Injil Matius pada hari ini dengan proporsional. Yesus berkata, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” Kita semua memiliki harta. Ada yang memiliki harta secukupnya, tetapi ada pula yang dianugerahi harta berlimpah. Entah yang mana posisi kita, pertanyaan yang perlu selalu diajukan adalah: bagaimana sikap kita terhadap harta yang sudah dianugerahkan Tuhan tersebut?

Harta adalah kesempatan: kesempatan untuk berbagi, kesempatan untuk memperhatikan orang lain. Harta tidak dimaksudkan untuk disimpan sendiri saja, tetapi hendaknya dialirkan dan dibagikan agar orang lain juga merasakan kesejahteraan. Jangan sampai harta hanya memperkaya diri kita sendiri dan membuat kita tidak peduli.

Kumpulkanlah harta dengan sikap batin yang tepat. Kumpulkanlah harta sembari memberi prioritas bagi kebaikan dan kesejahteraan bersama. Harta hendaknya berdaya guna bagi kebaikan dan keselamatan bersama. Sebab, Yesus hadir di tengah dunia, menjadi manusia seperti kita, untuk memperhatikan kebaikan dan keselamatan kita semua. Sikap batin seperti itulah yang perlu kita bangun ketika berurusan dengan harta.

Saudara-saudari sekalian, sudahkah harta kita membawa kebaikan bagi sesama?