Kekuatan Komunitas Kristiani

Rabu, 12 Agustus 2020 – Hari Biasa Pekan XIX

140

Matius 18:15-20

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang darimu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

***

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang kekuatan komunitas umat beriman. Orang-orang yang bersekutu dalam nama Yesus bukanlah sebuah gerombolan. Mereka juga tidak seperti kelompok-kelompok biasa pada umumnya. Komunitas kristiani yang dibentuk oleh Yesus sendiri ini unik dan mempunyai kekuatan, antara lain kekuatan dalam membawa saudara yang bersalah untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Komunitas kristiani membawa orang-orang yang hidup di dalamnya untuk berjumpa dengan kebenaran dan hidup dalam kebenaran itu.

Kekuatan lain dari komunitas kristiani yang kita sebut Gereja ini terletak dalam tugasnya melepaskan segala belenggu-belenggu yang membebani hidup manusia, yaitu dosa. Tugas ini diterima oleh Gereja dari Yesus sendiri. Ini berarti Gereja ikut dilibatkan dalam tugas Yesus Kristus menyucikan dunia.

Kekuatan komunitas kristiani semakin terlihat ketika mereka berdoa bersama dan berkumpul dalam nama Yesus. Yesus memberi jaminan bahwa Ia akan hadir di tengah-tengah mereka. Selain itu, bila mereka sepakat meminta apa pun, permohonan tersebut akan didengarkan oleh Bapa. Inilah tugas Gereja yang tidak pernah boleh dilupakan, yaitu menghadirkan Yesus di dalam segala kegiatannya, serta menjadi jembatan yang menghubungkan umat dengan Bapa.