Menjadi Orang yang Luar Biasa

Kamis, 10 September 2020 – Hari Biasa Pekan XXIII

74

Lukas 6:27-38

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu darinya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

***

Suatu ketika seorang umat datang kepada saya untuk konsultasi. Dia menceritakan kehidupan rumah tangganya sambil menangis. Dia merasa tidak sanggup lagi melanjutkan bahtera rumah tangga, sebab meskipun sudah mengusahakan yang terbaik untuk pasangannya, dia mendapatkan yang terburuk sebagai balasannya. Dia mencintai pasangannya, tetapi pasangannya itu selingkuh. Karena merasa tidak kuat, ingin rasanya dia mati saja.

Sebagai imam, saya menyadari dan turut merasakan pastinya tidak mudah berada dalam situasi seperti itu. Di samping mendengarkan, saya mencoba memberi peneguhan dengan kata-kata ini, “Mencintai orang yang mencintai kita itu biasa, tetapi tetap mencintai orang yang mengkhianati kita itu luar biasa.” Juga saya katakan, “Berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita itu biasa, tetapi tetap berbuat baik kepada orang yang membenci dan memusuhi kita itu luar biasa.”

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk menjadi orang yang luar biasa. Memang ajakan-Nya ini tidak mudah untuk dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Bagaimana tidak, Yesus mengajak kita untuk mengasihi musuh, berbuat baik kepada orang yang membenci kita, meminta berkat bagi orang yang mengutuk kita, juga berdoa bagi orang yang mencaci maki kita. Dengan ini, Yesus mengajak kita untuk berani mengusahakan yang lebih baik, untuk tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja, tetapi luar biasa! Dunia mengajar kita untuk bersikap “mata ganti mata, gigi ganti gigi.” Kontras dengan itu, Yesus mengajarkan kepada kita tentang kekuatan kasih, pengampunan, dan berbuat baik tanpa memikirkan imbalan.

Saudara-saudari yang terkasih, memenuhi ajakan Yesus, marilah kita berbuat baik, bukan karena ingin mendapatkan balasan, melainkan karena kita ingin menjadi anak-anak Allah dalam kehidupan ini. Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Mari kita melakukannya sekarang mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan kita.