Harta yang Paling Berharga

Jumat, 18 Juni 2021 – Hari Biasa Pekan XI

59

Matius 6:19-23

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

***

Santo Paulus bangga dengan pengalamannya, yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai pengalaman negatif, pengalaman yang memalukan, bahkan suatu kemalangan (bacaan pertama hari ini, 2Kor. 11:18, 21b-30). Ia berbicara tentang pengalaman dipukuli, didera, disesah, dipenjara, dilempari batu, dan banyak lagi. Paulus “membanggakan” pengalaman-pengalaman negatif tersebut karena semuanya itu ia alami demi melayani Kristus. Karena memberitakan Injil Kristus, semua penderitaan dan kemalangan itu datang kepadanya.

Semua itu jelas menunjukkan di mana harta sejatinya berada. Dalam hidup ini, Paulus menempatkan Yesus Kristus di atas segalanya. Ia sendiri pernah berkata, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya” (Flp 3:8).

Setiap hari, kita dihadapkan pada tawaran. Iklan datang silih berganti melalui segala lini media. Tidak jarang kita pun terbujuk oleh rayuannya. Kita membeli dan mengumpulkan hal-hal yang mungkin hanya dipakai satu kali atau malah tidak pernah dipergunakan sama sekali. Kita membeli dan mengumpulkan barang hanya karena ingin memiliki atau mungkin hanya demi gengsi, bukan karena membutuhkannya.

Yesus mengingatkan dan mengundang kita untuk menimbun bagi diri kita sendiri harta yang sejati di surga. Apa harta yang sejati itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah Yesus sendiri. Ia memanggil kita supaya memilih dan menempatkan-Nya sebagai satu-satunya Juru Selamat. Yesus adalah mutiara yang sangat berharga. Dialah harta yang tidak akan pernah rusak. Ekaristi memberi kita kesempatan untuk menghargai kehadiran-Nya yang tak ternilai dalam hidup kita.