Tuhan, Ajarlah Kami Berdoa

Rabu, 6 Oktober 2021 – Hari Biasa Pekan XXVII

43

Lukas 11:1-4

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

***

“Tuhan, ajarlah kami berdoa.” Itulah permohonan indah dari para murid kepada Yesus, permohonan yang sebaiknya mendorong kita untuk melihat kembali hidup doa kita. Ada saat kita berhenti berdoa karena terpuruk dalam kehidupan, karena merasa sulit untuk merangkai kata, karena merasa kecewa akibat doa-doa yang tidak dikabulkan, atau mungkin sebaliknya, karena apa yang kita inginkan semuanya sudah tercapai. Saat-saat semacam itu seharusnya justru membuat dengan rendah hati memohon kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa.”

Berdoa hendaknya menjadi keinginan kuat dari dalam hati kita, seperti yang ditampakkan oleh para murid Yesus. Mereka rindu memanjatkan doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri. Ini bukan sekadar basa-basi. Keinginan tersebut lahir dari kegelisahan dan harapan mereka yang terdalam. Karena itu, Yesus kemudian mengajarkan doa yang indah kepada mereka, yakni doa Bapa Kami.

Dengan doa Bapa Kami, Yesus mendorong kita semua untuk selalu memohon kepada Bapa supaya kehendak-Nya terjadi dalam keseluruhan perjalanan hidup manusia di dunia ini. Yesus juga mengajarkan kepada kita untuk tidak hanya berdoa bagi kebutuhan diri sendiri, tetapi juga sesama. Doa sederhana namun penuh makna ini membuat kita menjadi pribadi pendoa, baik bagi diri sendiri, maupun bagi dunia yang membutuhkan doa-doa kita.

“Tuhan, ajarlah kami berdoa” hendaknya menjadi seruan penuh kerinduan kita kepada Tuhan. Saat kita merasa sulit untuk berdoa, jauh dari kehidupan doa, dan bahkan enggan berdoa karena sedang mengalami krisis iman, serukanlah permohonan ini. Semoga Tuhan berkenan menjawab kerinduan kita itu dan menjumpai kita dengan rahmat-Nya yang berlimpah.