Kasih Seorang Sahabat

Jumat, 20 Mei 2022 – Hari Biasa Pekan V Paskah

55

Yohanes 15:12-17

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

***

Kasih Bapa kepada Yesus sangat besar, dan sebesar itu pulalah kasih Yesus kepada murid-murid-Nya. Mengapa Yesus begitu mengasihi mereka? Di samping meneruskan kasih Bapa, ternyata ada alasan lain yang begitu mengharukan. Yesus mengasihi para murid karena mereka adalah sahabat-sahabat-Nya.

Ini merupakan pengangkatan ke level yang tak terbayangkan. Seorang hamba hanya mengikuti kemauan tuannya, tetapi seorang sahabat, selain memiliki kedekatan yang erat, adalah juga tempat untuk berbagi. Para murid adalah sahabat-sahabat Yesus. Kepada para sahabat-Nya itu, Yesus menceritakan semua rencana dan kehendak Bapa. Tidak ada yang disembunyikan-Nya. Demi para sahabat-Nya pula, Yesus merelakan nyawa-Nya.

Sebagai seorang sahabat, Yesus meminta para murid untuk saling mengasihi. Mengasihi satu sama lain akan menjamin keutuhan mereka sebagai suatu kelompok, sekaligus menjadi kesaksian kepada dunia yang diliputi oleh kebencian.

Perintah Yesus itu sederhana, tetapi tidak mudah dilaksanakan. Kita boleh bangga bahwa kepada kita diajarkan tentang cinta kasih. Namun, sudahkah kita sendiri melaksanakannya? Jika sulit bagi kita untuk mengasihi orang lain, inilah petunjuk dari Yesus: Lihatlah orang tersebut sebagai sahabat kita. Ini akan membuat kita mudah untuk mengasihinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ingat, Yesus sudah terlebih dahulu menganggap kita sahabat dan mengasihi kita, meski kita sama sekali tidak sempurna.