Keberanian dalam Penyertaan Roh Kudus

Selasa, 12 Mei 2026 – Hari Biasa Pekan VI Paskah

11

Yohanes 16:5-11

“Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

***

Ketika ada kesempatan untuk berjalan-jalan ke Vietnam, pada awalnya ada sedikit ketakutan dalam hati saya karena mendengar bahwa kehadiran para pastor dan suster di sana tidak selalu disambut dengan baik. Meski disarankan untuk tidak menggunakan jubah, saya memberanikan diri untuk tetap mengenakannya. Selama di Vietnam, saya berkesempatan mengunjungi beberapa gereja dan tempat ziarah. Saya sangat kagum dan merasakan karya Tuhan yang luar biasa. Vietnam adalah negara komunis, tetapi keberadaan gereja, tempat ziarah, dan orang-orang kudus menunjukkan bahwa iman kepada Kristus sungguh hidup di sana. Hambatan dan penganiayaan tidak menyurutkan semangat iman umat Katolik setempat. Mereka tetap kuat dan bertahan, tidak menyerah, karena Roh Kudus mendampingi dan menguatkan mereka.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyampaikan pesan yang bagi para murid pasti terasa berat: Ia akan pergi. Perpisahan memang selalu menyisakan kesedihan. Para murid sedih karena kehadiran Yesus yang selama ini mereka andalkan tidak akan mereka rasakan lagi. Di tengah kegundahan itu, Yesus menyampaikan janji yang luar biasa: Kepergian-Nya bukanlah kehilangan, melainkan awal dari kehadiran yang baru, yakni Roh Kudus.

Kita pun sering kali mengalami pergumulan yang serupa. Kita ingin agar Tuhan hadir secara nyata, terlihat, dan dapat kita rasakan secara langsung. Kita merasa lebih yakin jika ada tanda-tanda yang kasatmata. Ketika tantangan hidup datang bertubi-tubi dan doa-doa kita rasanya tidak dijawab oleh Tuhan, iman kita pun goyah. Kita bertanya, “Di mana Engkau, Tuhan?”

Sabda Yesus hari ini mengingatkan bahwa ketidakhadiran secara fisik bukan berarti ketiadaan penyertaan. Roh Kudus adalah bukti bahwa Allah tetap bekerja. Ia hadir sebagai Penolong, Penghibur, dan Pembimbing yang mengajar kita tentang kebenaran, yang meneguhkan kita dalam iman, dan yang memberi kita keberanian untuk bersaksi. Roh Kudus bersaksi melalui kita tentang dosa mereka yang tidak mengimani Kristus, tentang kebenaran Kristus yang berasal dari Bapa dan kembali kepada Bapa, dan tentang penghakiman melalui kebangkitan Kristus bagi para penguasa dunia.

Ketika kita merasa kecil dan tidak berdaya menghadapi dunia yang sering kali menolak nilai-nilai Injil, Roh Kuduslah yang akan menguatkan kita. Roh Kudus memberi kata-kata saat kita harus berbicara, memberi damai saat kita gelisah, dan memberi keberanian saat kita takut. Kesaksian iman bukanlah soal kepandaian atau kekuatan pribadi, melainkan tentang kesediaan dan keterbukaan untuk dipimpin oleh Roh Kudus.

Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Ia tahu bahwa perjalanan iman tidak mudah, sebab akan ada penolakan, keraguan, bahkan ketakutan. Namun, di situlah Roh Kudus bekerja. Kebenaran tidak ditentukan oleh suara mayoritas, tetapi oleh kehendak Allah. Kita dipanggil untuk tetap teguh dalam kesaksian bahwa Yesus adalah Tuhan. Dunia akan selalu menentang, tetapi Roh Kudus akan memampukan kita. Sekecil apa pun, kesaksian iman adalah bagian dari karya besar Allah di dunia ini.

Marilah kita memohon rahmat, agar kita selalu membuka hati untuk Roh Kudus, percaya bahwa Roh Kudus bekerja dalam diam, dalam kelembutan, namun dengan kuasa yang besar. Roh Kudus akan selalu menyertai, menuntun, dan menguatkan kita. Yesus memang tidak terlihat oleh mata fisik kita, tetapi Ia sungguh hadir melalui Roh-Nya. Bersama Roh Kudus, kita dimampukan untuk hidup dalam kebenaran, berdiri teguh dalam iman, dan berani bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan.