Kuasa Yesus yang Membebaskan

Rabu, 1 Juli 2020 – Hari Biasa Pekan XIII

35

Matius 8:28-34

Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

***

Setiap orang pasti pernah mengalami peristiwa keselamatan dalam hidupnya. Keselamatan yang dialami tentu menjadi momen yang tak terlupakan, sehingga seharusnya melahirkan ungkapan syukur yang tak henti-hentinya kepada Tuhan. Keselamatan kita memang tidak lepas dari kuasa-Nya.

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang memulihkan dua orang yang kerasukan setan. Hidup mereka dikuasi oleh kekuatan jahat. Kekuatan jahat yang ada dalam diri kedua orang itu membuat mereka takut untuk didekati dan disentuh oleh Tuhan. Keduanya dengan demikian hidup dalam kegelapan, dalam ketakutan, tidak memiliki arah dan tujuan. Si jahat telah menutup hati mereka akan kehadiran Tuhan yang mengulurkan tangan-Nya untuk menolong.

Keadaan sulit seperti yang dialami banyak orang saat ini adalah saat yang tepat bagi kekuatan jahat untuk meruntuhkan iman dan kepercayaan manusia akan Yesus. Ketakutan, kecemasan, dan penderitaan menutup hati manusia akan kehadiran-Nya. Itu sebabnya sering kali terjadi bahwa di tengah kesulitan, banyak orang tidak peduli akan Allah dan sesama yang membutuhkan.

Kesusahan yang kita alami sekarang tidak akan menjauhkan kita dari Tuhan jika kita membuka hati terhadap kuasa-Nya. Ia mampu melakukan apa pun, sehingga yang harus kita lakukan hanyalah percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati. Bukalah diri kita agar Tuhan mengalirkan kasih-Nya. Biarkanlah Dia mengambil alih seluruh hidup kita. Kekuasaan apa pun yang ada di dunia ini akan kalah oleh kuasa Tuhan, termasuk pandemi Covid-19 yang saat ini melanda kehidupan kita.

Yang Tuhan inginkan dari kita saat ini adalah membiarkan diri dibebaskan oleh-Nya dari hal-hal jahat yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan mau kita datang merendahkan diri dihadapan-Nya dan memohon agar dibebaskan dari kuasa jahat yang menjauhkan kita dari-Nya. Tuhan hadir bersama kita dalam menghadapi situasi sulit yang terjadi di keluarga dan negara kita saat ini. Tuhan selalu mengasihi kita.